Penerbangan IndiGo membuat penumpang tersiksa. Ada masalah teknis, pesawat tak juga terbang dan terlambat berjam-jam.
Pesawat IndiGo itu terbang dari Chennai, India dan seharusnya menuju Singapura pada Selasa (24/2/2026). Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pukul 07.30 waktu setempat.
Juru bicara IndiGo menjelaskan bahwa pesawat sudah siap lepas landas, tetapi kembali ke tempat parkir karena masalah teknis kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan bahwa selama inspeksi wajib dan pekerjaan pemeliharaan selanjutnya, awak kokpit melampaui Batasan Waktu Tugas Penerbangan (FDTL), batasan peraturan yang mengatur jam maksimum awak pesawat dapat beroperasi. Mau tak mau, kru yang bertugas harus turun dan penerbangan menunggu awak kabin pengganti.
"Saat pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan sedang dilakukan, awak kokpit melampaui batas waktu tugas penerbangan mereka, sehingga diperlukan pergantian awak dan semakin menunda penerbangan," kata juru bicara dikutip dari NDTV, Selasa (3/3/2026).
Penanganan maskapai dikritik. Lebih dari 200 penumpang dibiarkan menunggu di dalam pesawat selama lima jam, lebih lama dari durasi terbang mereka yang memakan waktu empat jam lebih.
"Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang disebabkan kepada pelanggan kami dan telah berupaya meminimalkan dengan menawarkan minuman dan memberikan informasi terkini tepat waktu," kata juru bicara tersebut.
Kekacauan di penerbangan itu viral lewat unggahan video penumpang. Terlihat penumpang berkonfrontasi dengan awak kabin karena pendingin udara (AC) dimatikan secara berkala selama mereka menunggu. Penumpang mulai pusing dan sesak napas.
"Kami tidak bisa bernapas karena pendingin udara dinyalakan dan dimatikan berulang kali. Anda malah memanggil polisi daripada menyelesaikan masalah ini," kata seorang penumpang yang terlihat di pintu keluar pesawat.
"Sudah berapa lama kami menunggu? Kami tidak bisa duduk dan menunggu lama," penumpang lain menimpali.
Kru pengganti tiba pukul 13.00. Tak ada korban jiwa, tetapi penumpang terlanjur kesal dan frustrasi karena harus menunggu di landasan pacu tanpa makanan dan minuman yang memadai.
(bnl/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?