Arab Saudi Siapkan 2.500 Kamar bagi Penumpang Terimbas Pembatalan Penerbangan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Arab Saudi Siapkan 2.500 Kamar bagi Penumpang Terimbas Pembatalan Penerbangan

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 03 Mar 2026 13:35 WIB
Opened door of hotel room in morning with copy space, sunlight effect.
Ilustrasi kamar hotel. (Getty Images/iStockphoto/oatawa)
Jakarta -

Sebanyak 2.500 kamar hotel disiapkan Kamar Dagang Makkah untuk menampung warga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang terlantar di sejumlah bandara di Arab Saudi akibat gangguan penerbangan.

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan Salman bin Abdulaziz Al Saud. Raja menyetujui penampungan warga GCC dan memastikan mereka mendapat kenyamanan hingga bisa kembali dengan selamat ke negara masing-masing. Arahan tersebut juga meminta agar seluruh prosedur penerimaan dan dukungan bagi warga terdampak dipermudah.

Melansir Gulf News, Selasa (3/3/2026), Kamar Dagang Makkah menyatakan langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menyiapkan akomodasi beserta kebutuhan pendukungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Komite Hotel dan Pariwisata, Abdulmohsen Al Ajlan, menegaskan kamar-kamar yang dialokasikan telah dilengkapi layanan penting guna menjamin tempat tinggal dan perawatan yang layak bagi para tamu.

ADVERTISEMENT

Dia menyebut langkah itu sebagai bentuk solidaritas Arab Saudi terhadap negara-negara Teluk.

"Langkah tersebut mencerminkan komitmen Kerajaan untuk berdiri bersama mitra-mitra Teluknya dan menawarkan dukungan di saat dibutuhkan," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa Makkah tetap terbuka bagi siapa pun yang memerlukan bantuan. Hal ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang memicu banyak maskapai menangguhkan atau menyesuaikan jadwal penerbangan.

Akibatnya, sejumlah wisatawan tertahan di berbagai bandara di kawasan Teluk dan sekitarnya, menunggu kepastian keberangkatan.

Selain itu, Arab Saudi juga memberikan akomodasi gratis untuk turis-turis yang terjebak di Dubai. CEO perusahaan penyedia akomodasi Arabnb, Hreshan Raheja, mengatakan langkah itu diambil berdasarkan empati.

"Seorang teman dekat keluarga, seorang wanita muda, terdampar di Bandara Abu Dhabi dan ibunya tentu saja sangat khawatir. Kami menawarkannya untuk menggunakan salah satu apartemen kami yang kosong di Dubai," kata dia.

"Ini adalah masa yang sangat menantang bagi banyak orang, dan penting bagi kami, sebagai sebuah bisnis, untuk menunjukkan empati kepada komunitas kami dan meyakinkan mereka bahwa ada orang yang memperhatikan mereka," ujar dia.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads