Seorang penumpang berinisial P mengaku kebingungan setelah penerbangannya ke London via Doha pada 5 Maret terdampak penutupan wilayah udara akibat konflik di Timur Tengah.
"Dari aplikasinya masih mengupayakan karena airspace-nya masih suspended. Jadi sebenarnya belum fully canceled dari pihak Qatarnya sendiri," ujar P yang tidak mau disebutkan nama lengkapnya dalam perbincangan dengan detikTravel di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (2/3/2026) sore.
P, yang melakukan perjalanan untuk urusan bisnis, mengungkapkan ketidakpuasannya. Semua biaya konferensi dan akomodasi sudah dibayarkan, tetapi dia tidak mendapat kepastian apakah penerbangannya akan benar-benar terlaksana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap maskapai segera memberikan aturan yang jelas, termasuk opsi pengembalian dana atau solusi alternatif. Menurut P, langkah-langkah itu membuat penumpang bisa membeli tiket lain tanpa rugi.
P menegaskan, di tengah ketidakpastian ini, dia terus memantau status penerbangannya melalui aplikasi resmi maskapai dan online travel agent.
Meski pembatalan meluas, Bandara Soekarno-Hatta memastikan kondisi tetap terkendali.
"Kalau dari kita, kita menenangkan dulu ya, sama bantu pihak maskapai untuk menjelaskan. Solusi sepenuhnya ada di maskapai, apakah itu refund atau reschedule," kata Customer Service Bandara, Denis Afif.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5