Apresiasi Komunitas Tionghoa di Jakarta, Pramono Bangun Museum Peranakan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Apresiasi Komunitas Tionghoa di Jakarta, Pramono Bangun Museum Peranakan

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 04 Mar 2026 09:41 WIB
Perayaan Cap Go Meh Jakarta 2026
Pramono Anung di Cap Go Meh Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kontribusi komunitas Tionghoa dalam sejarah dan perkembangan Jakarta. Sebuah Museum Peranakan dibangun di ibu kota.

PRamono menyampaikan rencana itu di acara Cap Go Meh yang dilaksanakan di Pancoran Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026).

"Dalam kesempatan ini saya ini menyampaikan, apapun warga Tionghoa ini sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta," kata Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan Museum Peranakan itu dibangun di Jalan Keadilan yang berada di area Glodok, pusat pecinan Jakarta.

ADVERTISEMENT

"Maka dalam memberikan apresiasi dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan yang ada di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta," kata dia.

Pramono juga mengatakan aksesibilitas menuju Museum Peranakan ini akan sangat ramah bagi pengunjung. Karena terintegrasi dengan transportasi publik yang tengah digarap saat ini.

Proyek MRT Fase 2A dari Bundaran HI menuju kawasan Kota Tua direncanakan selesai secara bertahap.

"Apalagi sebentar lagi MRT ini akan selesai sampai dengan Monas, mudah-mudahan di akhir 2026 atau awal 2027. Dan sampai dengan Kota Tua sampai dengan 2029 awal," kata dia.

"Kalau itu terwujud saya yakin maka Kota Tua, Monas, maupun Harmoni akan menjadi TOD atau tempat-tempat yang berkembang bagi Jakarta. Sehingga dengan begini kalau kemudian kita hadirkan Museum Peranakan Tionghoa di Jalan Keadilan bisa diwujudkan dan tempat ini akan kita lakukan perbaikan, saya yakin tempat ini pasti orang akan datang termasuk orang asing," ujar Pramono.

Pramono optimistis dengan Museum Peranakan dan akses yang mudah itu mampu menarik banyak wisatawan asing yang berkunjung seperti dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads