Iring-iringan Naga Bersinar dengan lampu warna-warni meliuk-liuk di antara ribuan penonton acara perayaan Cap Go Meh 2577 di Kota Pontianak.
Lautan manusia terlihat memadati sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak pada Selasa (3/3) malam. Sebanyak 49 kelompok naga berparade memeriahkan Cap Go Meh di kota Khatulistiwa itu.
Masing-masing kelompok menampilkan naga dengan panjang bervariasi, dihiasi gemerlap lampu aneka warna. Dari kejauhan, cahaya naga yang berkelok-kelok di tengah padatnya warga menciptakan pemandangan spektakuler yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menyebut Parade Naga Bersinar tahun ini diikuti 49 kelompok dari berbagai kelenteng dan perkumpulan di Pontianak.
"Naga terpanjang mencapai 118 meter, sedangkan yang terpendek sekitar 20 meter. Semua merupakan hasil kreasi masyarakat," terangnya.
Ia menjelaskan, setiap kelompok menghadirkan ciri khas tersendiri, mulai dari kombinasi warna lampu, gerakan atraktif para pemain hingga iringan musik tabuh yang menambah semarak suasana malam.
Menurut Hendri, parade ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya Tionghoa yang telah lama tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Pontianak.
Persiapan dilakukan jauh hari, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan acara berjalan aman dan tertib.
"Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat luar biasa, ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan perayaan yang lebih baik ke depan," ucapnya.
Parade Naga Bersinar di Pontianak. (Ocsya Ade CP) Foto: Parade Naga Bersinar di Pontianak. (Ocsya Ade CP) |
Sejumlah warga mengaku datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan atraksi naga bercahaya tersebut. Rina (34), warga Pontianak Selatan, mengatakan dirinya rutin menonton Parade Naga Bersinar setiap tahun bersama keluarga.
"Setiap tahun selalu ramai dan meriah. Anak-anak senang melihat naga yang menyala-nyala. Walaupun bertepatan dengan Ramadan, suasananya tetap tertib dan saling menghormati," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ardi (27), warga Sungai Raya Dalam. Ia menilai perayaan Cap Go Meh di Pontianak memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menyatukan keberagaman dalam satu ruang perayaan.
"Kita semua berkumpul di sini untuk menyaksikan parade naga bersinar," tutupnya.
Untuk diketahui, sepanjang Jalan Gajah Mada digunakan untuk atraksi atau Parade Naga Bersinar. Di jalan ini bebas kendaraan agar masyarakat lebih leluasa menyaksikan pertunjukan di ujung perayaan puncak Cap Go Meh.
--------
Artikel ini telah naik di detikKalimantan.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5