Wisatawan Vietnam memimpin Asia dalam kesiapan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk perjalanan, dengan 81% responden menyatakan akan menggunakan AI untuk perjalanan mereka.
Menurut laporan Travel Trends 2026, angka tersebut jauh di atas rata-rata regional sebesar 63%, menempatkan Vietnam sebagai pasar terdepan dalam adopsi AI untuk perencanaan perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Saigon Times, Rabu (4/3/2026) laporan itu menunjukkan bahwa wisatawan Vietnam menggunakan AI untuk mengoptimalkan perjalanan, termasuk melalui aplikasi yang menyarankan objek wisata dan aktivitas lokal, merekomendasikan restoran, membuat jadwal perjalanan yang dipersonalisasi (30%), serta menyediakan terjemahan bahasa secara real-time (30%).
Selain penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap informasi yang dihasilkan AI juga tinggi. Sebanyak 86% responden Vietnam percaya atau bersikap netral terhadap hasil AI, dengan 28% sepenuhnya mempercayainya dan 59% bersikap netral.
Sebelumnya, laporan serupa dari Amadeus bekerja sama dengan Globetrender menemukan bahwa industri perjalanan global kini memasuki era yang dibentuk AI. Sebanyak 18% wisatawan global sudah menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan, dan 36% memanfaatkan teknologi ini untuk mencari dan menjelajahi destinasi.
AI kini berperan sebagai asisten digital, mendampingi pengguna dari tahap inspirasi hingga penyusunan rencana perjalanan. Para pelancong cenderung mengambil inspirasi dari AI, kemudian memverifikasi informasi melalui platform seperti YouTube dan Instagram sebelum memutuskan rencana akhir.
Temuan ini mencerminkan pergeseran menuju model perjalanan cerdas, yang menekankan fleksibilitas dan pengalaman yang dipersonalisasi. Tren tersebut sejalan dengan percepatan transformasi digital di Vietnam, yang terlihat di berbagai sektor, termasuk pekerjaan, pendidikan, belanja, dan hiburan.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar