Dipukuli Gegara Ogah Bayar Tukang AC, Bule Rusia Malah Lapor Polisi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dipukuli Gegara Ogah Bayar Tukang AC, Bule Rusia Malah Lapor Polisi

Abdurrasyid Efendi - detikTravel
Rabu, 04 Mar 2026 19:05 WIB
WNΒ Rusia bernama LinurΒ diduga menjadi korban penganiayaanΒ di Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, NTB (dok Polsek Mataram)
BuleΒ Rusia dipukuli tukang AC usai tak mau bayar jasa servis. Dia malah lapor polisi. (Foto: Dok Polsek Mataram)
Mataram -

Seorang warga negara (WN) Rusia bernama Linur dipukuli tukang AC gara-gara ogah membayar jasa servis. Dia malah lapor ke polisi atas tindakan penganiayaan.

Linur melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh dirinya. Dugaan penganiayaan itu terjadi di Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap warga negara asing (WNA) tersebut. Kejadiannya pada Senin (2/3/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, benar adanya laporan WNA asal Rusia yang menjadi korban dugaan penganiyaan," ujar Mulyadi, Selasa (3/3).

Mulyadi mengungkapkan dugaan penganiayaan itu bermula ketika Linur memanggil tukang servis untuk memperbaiki AC di rumah kontrakannya di Jalan Sultan Kaharudin, Lingkungan Pagesangan Baru, Kelurahan Pagesangan.

ADVERTISEMENT

Setelah AC tuntas diperbaiki, bule Rusia itu justru ogah untuk membayar jasa reparasi.

"Bule itu nggak mau bayar, terus marah yang memperbaiki," imbuh Mulyadi.

Linur dan tukang reparasi AC itu lantas terlibat cekcok hingga adu fisik. Menurut Mulyadi, bule itu dipukul oleh dua orang. Akibatnya, warga Rusia itu mengalami luka memar pada pipinya.

"Luka memar, nggak parah sekali," sebut Mulyadi.

Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) lantas membawa Linur ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, Linur membuat laporan ke kantor polisi secara resmi.

Penanganan terhadap kasus dugaan penganiayaan kepada orang asing itu selanjutnya dilimpahkan ke Polda NTB.

"Setelah mendapatkan pengobatan di rumah sakit, korban kami dampingi menuju Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya

---------

Artikel ini telah naik di detikBali.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads