Kisah Masjid di Mojokerto yang Punya Ruangan Bawah Tanah dan 6 Musala
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Masjid di Mojokerto yang Punya Ruangan Bawah Tanah dan 6 Musala

Enggran Eko Budianto - detikTravel
Rabu, 04 Mar 2026 18:08 WIB
Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di Mojokerto
Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Ada satu masjid unik di Mojokerto, Jawa Timur. Masjid itu punya ruangan bawah tanah seluas 2.500 meter persegi dan dilengkapi dengan enam musala.

Bisa dibilang Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah adalah tempat ibadah paling unik di Mojokerto. Selain karena ornamennya yang tak lazim, masjid ini juga mempunyai ruangan bawah tanah dengan 6 musala di dalamnya.

Masjid unik ini di pinggiran Dusun Losari, Desa Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto. Terdapat 2 gapura berbentuk kubah masjid dengan relief aksara Arab pada sisi selatan dan utara jalan menuju masjid ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah tidak mempunyai serambi. Pintu masuknya cukup megah berwujud penampakan depan sebuah masjid lengkap dengan 2 menara.

Dua pintu masuknya berupa lorong yang cukup rendah sehingga harus menunduk untuk melaluinya. Wajah depan masjid ini kaya akan ornamen relief dengan dominasi warna putih, hijau dan kuning.

ADVERTISEMENT
Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di MojokertoMasjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Mulai dari lafal Ya Allah, Ya Muhammad, nama masjid, Ponpes Sambung Sari Noto Prodjo Modjopahit Bangkit Nusantara Djaja, Ganti Djamu Sakti, serta relief lainnya menggunakan aksara arab maupun latin.

"Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah. Maknanya kaum NU agar bersatu dan rukun dalam kasih sayang Allah SWT," terang pemilik masjid ini, Abdul Wahab Said (40) kepada detikJatim di rumahnya, Minggu (22/2).

Begitu melewati pintu ini, kita masuk ke ruangan pertama masjid. Area dengan lantai keramik putih ini mempunyai banyak pilar besar di dalamnya. Selanjutnya kita menuruni tangga menuju ke ruangan kedua.

Meski di luar masih terang, ruangan ini gelap karena hanya sedikit cahaya matahari yang bisa menembusnya. Ruangan kedua ini juga mempunyai banyak pilar. Sehingga barisan untuk salat atau saf di antara pilar-pilar tersebut.

Selanjutnya kita masuk ke ruangan ketiga atau bagian utama masjid ini. Di dalamya terdapat tempat imam salat dan khatib.

Said menuturkan, Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah juga menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadan. Mulai dari salat 5 waktu dan salat Jumat, tarawih dan tadarus. Seperti masjid pada umumnya, azan berkumandang dari masjid ini. Lantunan ayat suci Al-Qur'an juga terdengar ketika tadarus setelah salat Asar.

"(Selama Ramadan) Kegiatan rutin biasa, salat, tadarus, tarawih," terangnya.

Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di MojokertoMasjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Pintu masuk bagian selatan menjadi akses ke rumah Said juga tak kalah megah. Dinding bangunan ini sangat tebal bergaya kubah masjid. Sejumlah relief lambang Nahdlatul Ulama (NU) menghiasinya. Relief 3 tokoh pewayangan begitu menonjol. Ditambah dengan berbagai kalimat bijak dalam bahasa jawa maupun Indonesia.

Sedangkan ruang bawah tanah, menurut Said, seluas masjid dan tempat tinggalnya. Yaitu 50x50 meter atau 2.500 meter persegi. Sayangnya, ia tidak mengizinkan detikJatim memasuki ruang bawah tanah karena masih tergenang air hujan.

"Berupa lorong-lorong, di antara lorong ada ruangan. Panjang lorong kalau ditotal sekitar 400 meter, ada 6 ruangan berupa musala kecil-kecil, ada 2 sendang," jelasnya.

Ruang bawah tanah Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah ini, kata Said, tidak setiap hari digunakan. Ia biasa melakukan meditasi di dalamnya apabila hatinya tergerak untuk melakukannya. Begitu pula para pengunjung.

"Tidak bisa memastikan (momen ramainya). Orang-orang kalau ke sini terserah orang yang mau ke sini. Kami tidak bisa menentukan karena tidak pernah punya acara rutinan. Yang jelas sekarang lebih sepi, tidak seperti dulu," ungkapnya.

Untuk masuk ke ruang bawah tanah Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah harus mendapatkan izin Said. Selanjutnya, ia meminta pengunjung lebih dulu bersuci, lalu membaca doa khusus. Bagi pengunjung yang tak kuat mental, ia tak menyarankan untuk memasukinya.

"Selama di dalam, setidaknya ada sesuatu yang didapat, tidak sekadar melihat-lihat saja, paling minim ingat kematian. Karena di dalam hanya tanah tanpa sesuatu apapun," tandasnya.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads