Rusia mulai memulangkan ribuan warganya dari negara-negara Timur Tengah dengan pesawat darurat dan penerbangan komersial seiring dengan meningkatnya ketegangan di Iran.
Kementerian Transportasi Rusia mengumumkan bahwa lebih dari 1.000 warga Rusia telah kembali dari Abu Dhabi di UEA dan Muscat di Oman pada Selasa, dengan koordinasi antara pemerintah dan maskapai untuk mengatur penerbangan evakuasi bagi pelancong yang terjebak akibat gangguan besar di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari The Moscow Times, Kamis (5/3/2026) sekitar 4.500 warga Rusia lainnya kembali melalui penerbangan evakuasi pada Selasa sore dan operasi itu diperkirakan akan terus berlangsung hingga Sabtu mendatang.
Selain ke Moskow, penerbangan juga diarahkan ke kota-kota besar seperti Novosibirsk, Yekaterinburg, Kazan, dan Mineralnye Vody.
Tak hanya penerbangan komersial, pesawat angkut Il-76 dari Bandara Zhukovsky dekat Moskow juga dikirim untuk mengevakuasi warga Rusia yang melarikan diri dari Iran menuju Azerbaijan. Kedutaan Besar Rusia di Baku melaporkan bahwa hingga Senin pagi, 39 warga Rusia telah tiba di Azerbaijan, sementara sekitar 500 orang lainnya diperkirakan masih berada di Iran.
Selain warga Rusia, beberapa warga negara asing lainnya juga telah meninggalkan Iran melalui perbatasan dengan Azerbaijan, Armenia, dan Turki. Sumber pemerintah di Baku mengungkapkan bahwa lebih dari 300 orang telah dievakuasi dari Iran melalui Azerbaijan sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada hari Sabtu.
Sebagian besar dari mereka adalah warga Azerbaijan, namun juga terdapat warga negara Rusia, Cina, dan Pakistan. Di Turkmenistan, Kedutaan Besar Rusia menyatakan bahwa warganya yang ingin meninggalkan Iran dapat melakukannya melalui perbatasan dengan Turkmenistan, asalkan mereka mengirimkan informasi rinci mengenai rute evakuasi mereka via email.











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam