Dalam 4 Hari, 166 Penerbangan ke Thailand Batal Imbas Konflik Timur Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dalam 4 Hari, 166 Penerbangan ke Thailand Batal Imbas Konflik Timur Tengah

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 06 Mar 2026 19:05 WIB
Pulau di Krabi, Thailand.
Pulau Krabi di Thailand. (Getty Images)
Bangkok -

Meningkatnya konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada penerbangan menuju Thailand. Dalam empat hari terakhir, tercatat 166 penerbangan ke dan dari negara tersebut dibatalkan.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, mengatakan pembatalan terjadi pada periode 28 Februari hingga 3 Maret. Dari total tersebut, 105 merupakan penerbangan keluar dan 61 penerbangan masuk.

Melansir Pattaya Mail, Jumat (6/3/2026) sejumlah bandara utama yang terdampak antara lain Phuket, Krabi, dan Chiang Mai. Kendati begitu, pemerintah memastikan tidak ada penumpang yang terlantar di bandara akibat gangguan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Thailand juga memberikan kelonggaran bagi wisatawan yang masa tinggal visanya terlampaui karena pembatalan penerbangan.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, pelaku industri pariwisata meminta Pemerintah Thailand segera turun tangan agar dampak terhadap sektor pariwisata tidak semakin besar. Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), Adith Chairattananon, mengusulkan pembentukan gugus tugas permanen yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta untuk menangani situasi darurat seperti ini.

Ia juga meminta pemerintah segera berkoordinasi dengan maskapai untuk mencari jalur penerbangan alternatif yang tidak melewati wilayah konflik. Selain itu, pelaku industri mendorong adanya perlindungan finansial bagi wisatawan, terutama agar hotel dan maskapai tidak menyita uang muka jika perjalanan harus ditunda karena situasi darurat.

Mereka juga mengusulkan peta jalan darurat selama 7 hingga 20 hari guna membantu wisatawan yang terdampak sekaligus menjaga arus wisatawan kelas atas tetap stabil.

Pelaku industri pariwisata mengingatkan, jika situasi konflik berlarut-larut tanpa langkah mitigasi yang jelas, target pendapatan pariwisata Thailand tahun ini berisiko terganggu.



(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads