Meningkatnya konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada penerbangan menuju Thailand. Dalam empat hari terakhir, tercatat 166 penerbangan ke dan dari negara tersebut dibatalkan.
Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, mengatakan pembatalan terjadi pada periode 28 Februari hingga 3 Maret. Dari total tersebut, 105 merupakan penerbangan keluar dan 61 penerbangan masuk.
Melansir Pattaya Mail, Jumat (6/3/2026) sejumlah bandara utama yang terdampak antara lain Phuket, Krabi, dan Chiang Mai. Kendati begitu, pemerintah memastikan tidak ada penumpang yang terlantar di bandara akibat gangguan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Thailand juga memberikan kelonggaran bagi wisatawan yang masa tinggal visanya terlampaui karena pembatalan penerbangan.
Di sisi lain, pelaku industri pariwisata meminta Pemerintah Thailand segera turun tangan agar dampak terhadap sektor pariwisata tidak semakin besar. Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), Adith Chairattananon, mengusulkan pembentukan gugus tugas permanen yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta untuk menangani situasi darurat seperti ini.
Ia juga meminta pemerintah segera berkoordinasi dengan maskapai untuk mencari jalur penerbangan alternatif yang tidak melewati wilayah konflik. Selain itu, pelaku industri mendorong adanya perlindungan finansial bagi wisatawan, terutama agar hotel dan maskapai tidak menyita uang muka jika perjalanan harus ditunda karena situasi darurat.
Mereka juga mengusulkan peta jalan darurat selama 7 hingga 20 hari guna membantu wisatawan yang terdampak sekaligus menjaga arus wisatawan kelas atas tetap stabil.
Pelaku industri pariwisata mengingatkan, jika situasi konflik berlarut-larut tanpa langkah mitigasi yang jelas, target pendapatan pariwisata Thailand tahun ini berisiko terganggu.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan