Perang Timur Tengah berimbas ke berbagai penerbangan di seluruh dunia, termasuk Thailand. Pemerintah Negeri Gajah Putih berbaik hati menolong turis yang terdampar.
Otoritas Pariwisata Thailand telah mengaktifkan Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata karena pembatalan dan pengalihan penerbangan terjadi di pusat-pusat utama seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, dan Krabi, seperti dikutip dari Nikei Asia pada Jumat (6/3/2026).
Pihak berwenang mengatakan lebih dari 100 penerbangan yang singgah di Thailand telah terpengaruh dalam beberapa hari terakhir setelah beberapa negara Timur Tengah, termasuk Iran, Israel, Irak, dan Uni Emirat Arab, menutup atau membatasi wilayah udara mereka sebagai respons terhadap peningkatan konflik regional terbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat pariwisata menggambarkan situasi ini sebagai guncangan paling parah terhadap konektivitas jarak jauh sejak bulan-bulan awal pandemi, dengan maskapai penerbangan global mengalihkan atau menghentikan layanan antara Eropa dan Asia.
Maskapai penerbangan jarak jauh yang biasanya menggunakan bandara Teluk sebagai titik transit telah memangkas layanan sementara, menyebabkan beberapa wisatawan yang menuju Thailand tidak dapat meninggalkan negara asal mereka. Sementara lainnya terjebak di Bangkok dan destinasi lain sambil menunggu penerbangan pengganti.
Di Bangkok, Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata mengumpulkan data dari kantor-kantor luar negeri dan bandara domestik secara real-time. Tim kemudian menyalurkan data ke operasi khusus di Kementerian Pariwisata dan Olahraga.
Tugas mereka adalah melacak di mana wisatawan asing terdampar hingga memperkirakan berapa lama mereka mungkin terjebak. Setelah itu, tim akan mengoordinasikan bantuan mulai dari persediaan dasar di terminal hingga dukungan perpanjangan masa tinggal di destinasi.
Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri, regulator transportasi, dan kepala pariwisata untuk memperlakukan wisatawan yang terdampar sebagai populasi prioritas. Para pejabat menekankan bahwa menjaga keselamatan, informasi, dan dukungan finansial bagi wisatawan sangat penting untuk menjaga reputasi Thailand sebagai gerbang yang andal ke Asia Tenggara pada saat pusat-pusat pariwisata pesaing sedang mengalami tekanan.
Inti dari langkah-langkah baru ini adalah paket bantuan keuangan darurat yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan bagi wisatawan yang perjalanannya diperpanjang secara tak terduga. Menurut pejabat pariwisata dan penerbangan, wisatawan asing yang dapat menunjukkan konfirmasi pemesanan penerbangan yang dibatalkan karena penutupan wilayah udara.
Turis akan ditawari berbagai bantuan berupa uang tunai, voucher akomodasi, dan kredit transportasi. Pendanaan diambil dari anggaran promosi pariwisata yang dialokasikan kembali dan cadangan darurat yang biasanya disimpan pemerintah untuk bencana alam dan krisis kesehatan masyarakat.
Dukungan ini ditujukan kepada wisatawan yang menghadapi tagihan hotel tak terduga, biaya transportasi lokal, dan biaya makanan setelah rencana perjalanan awal mereka berantakan. Pemerintah memberikaan prioritas kepada turis berkeluarga yang memiliki anak-anak, pengunjung lanjut usia, dan mereka yang mengikuti tur kelompok di mana dukungan dari agen perjalanan telah habis.
Di destinasi resor utama seperti Phuket, Koh Samui, dan Krabi, asosiasi hotel lokal telah diminta untuk melengkapi upaya pendanaan negara dengan menghapuskan atau mengurangi secara drastis biaya keterlambatan check-out, perubahan tanggal, dan pembatalan untuk tamu yang terkena dampak gangguan tersebut.
Para pejabat mengakui bahwa dukungan tersebut tidak akan sepenuhnya menutupi biaya tambahan yang ditanggung banyak wisatawan, tetapi dana darurat akan sangat membantu mencegah kesulitan, terutama di kalangan wisatawan budget.
Pemerintah juga telah meminta maskapai penerbangan dan operator tur untuk berbagi manifes penumpang dan detail kontak sehingga wisatawan yang memenuhi syarat dapat secara proaktif diinformasikan tentang bantuan apa yang tersedia daripada harus menavigasi sistem sendirian.
Bandara Thailand telah meningkatkan kehadirannya di keenam gerbang internasionalnya, mengerahkan staf tambahan, penerjemah, dan tim sukarelawan untuk memandu penumpang yang terlantar melalui prosedur pemesanan ulang dan akses ke program bantuan. Di Suvarnabhumi di Bangkok dan di Bandara Internasional Phuket, fasilitas tempat duduk tambahan dan area istirahat sementara telah dibuka. Turis bisa mendapat air minum gratis dan makanan ringan.
Biro Polisi Pariwisata bekerja sama dengan petugas pariwisata untuk membantu wisatawan mengajukan dokumen, berkomunikasi dengan kedutaan, dan melaporkan perselisihan apa pun terkait biaya atau pembatalan dengan operator lokal. Pihak berwenang juga telah mengaktifkan hotline bantuan pariwisata 24 jam, yang dioperasikan dalam berbagai bahasa, di mana pengunjung dapat mencari informasi tentang status penerbangan, loket kas darurat, dan pilihan akomodasi lokal.
Staf kedutaan dari beberapa negara Eropa dan Asia berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk mengidentifikasi warga negara yang rentan dan mengoordinasikan solusi jangka panjang bagi mereka yang menghadapi penundaan yang berkepanjangan.












































Komentar Terbanyak
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditarik ke Politik, Jokowi: Nggak Nyambung
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi