Mengenal Tradisi Meriam Iftar, Simbol Waktu Berbuka Puasa di Timur Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Tradisi Meriam Iftar, Simbol Waktu Berbuka Puasa di Timur Tengah

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Minggu, 08 Mar 2026 14:05 WIB
Sheikh Zana Al-Khayyam fires a cannon to announce iftar during the month of Ramadan, in Erbil, Iraq, March 28, 2024. REUTERS/Khalid Al-Mousily
Tembakan Meriam Tandai Buka Puasa di Erbil Irak. Foto: REUTERS/Khalid Al-Mousily
Jakarta -

Tradisi meriam iftar menjadi salah satu simbol khas Ramadan di sejumlah negara Timur Tengah. Dentuman meriam yang ditembakkan saat matahari terbenam ini digunakan sebagai penanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

Tradisi legendaris asal Timur Tengah ini sudah berlangsung selama berabad-abad dan masih dilakukan hingga saat ini di beberapa negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Meriam Iftar?

Selama bulan Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa, dan berbuka puasa menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Selam waktu berbuka puasa atau yang disebut juga dengan iftar, negara-negara Timur Tengah memiliki tradisi meriam iftar atau midfa al-iftar.

Tradisi meriam iftar merupakan sebuah kegiatan membunyikan meriam yang dilakukan saat waktu berbuka puasa. Suara meriam yang didengar oleh masyarakat akan menjadi tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

ADVERTISEMENT

Pada awalnya, meriam digunakan sebagai kebutuhan karena keterbatasan teknologi di masa itu, namun seiring perkembangan zaman kegiatan ini menjadi tradisi yang memiliki nilai keunikan dan warisan budaya yang harus dilestarikan.

Sejarah Tradisi Meriam Iftar

Melansir Arab News dan Elite World, Minggu (8/3/2026), tradisi meriam iftar muncul dan berkembang di Timur Tengah meliputi negara-negara Jazirah Arab seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bangladesh, hingga Kuwait.

Terdapat beberapa kisah yang mendasari awal mula lahirnya tradisi ini. Ada yang menyebutkan bahwa tradisi ini sudah ada sejak abad 15 di era pemerintahan Dinasti Mamluk. Saat itu, dikisahkan bahwa raja Mamluk ingin melakukan uji coba pada meriam baru yang dimilikinya.

Kebetulan, waktu uji coba meriam berdekatan dengan waktu magrib, sehingga penduduk yang mendengar dentuman meriam mengira raja Mamluk sengaja membunyikan meriam sebagai tanda buka puasa. Dari sana, raja Mamluk memutuskan untuk melakukan penembakan meriam setiap hari di bulan Ramadan bertepatan dengan waktu magrib sebagai tanda berbuka puasa.

Kisah kedua menceritakan tentang Kaisar Mesir, Muhammad Ali Pasha, pada abad ke-19. Kisahnya menceritakan bahwa Muhammad Ali memiliki kebiasaan rutin untuk menembakkan meriam buatan Jerman saat waktu magrib sebagai tanda berbuka puasa. Kebiasan ini kemudian dilakukan turun temurun sebagai warisan budaya.

Ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi ini pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Abbas I. Di mana meriam ditembakkan dua kali pada waktu berbuka puasa maupun menit-menit terakhir menjelang azan subuh.

Riwayat lain menyebutkan nama Khedive Ismail dan prajurit yang melakukan uji coba meriam yang bertepatan dengan waktu magrib. Fatimah yang merupakan putri dari Khedive kemudian menyebutkan bahwa hal tersebut harus dilakukan rutin sebagai tanda berbuka puasa. Riwayat ini menyebutkan bahwa meriam iftar disebut juga sebagai tradisi meriam Fatimah.

Walau terdapat banyak kisah yang menceritakan asal mula lahirnya tradisi meriam iftar, masyarakat Timur Tengah tetap meyakini dan melestarikan tradisi ini sebagai simbol budaya yang sudah melekat dengan bulan Ramadan.

Negara yang Punya Tradisi Meriam Iftar

Melansir informasi dari CNN Indonesia, tradisi meriam iftar masih rutin dilakukan dan berikut lima negara yang masih menjalankan tradisi tersebut selama bulan Ramadan.

1. Midfa al-Iftar, Arab Saudi

Tradisi meriam iftar masih dilakukan di Arab Saudi hingga kini, membunyikan meriam menjadi tanda masuknya waktu berbuka puasa.

2. Ramazan Topu, Turki

Selain Jazirah Arab, turki juga menjadi salah satu negara yang punya tradisi meriam iftar. Namanya dikenal dengan Ramazan Topu. Tradisi yang sudah ada sejak zaman Turki Utsmani ini masih dipertahankan oleh masyarakat Istanbul, Edirne, dan Kars hingga saat ini.

3. Meriam Istana Naif, Kuwait

Tradisi meriam iftar di Kuwait dimulai sejak pemerintahan Sheikh Mubarak al-Sabah tahun 1907. Disebut Meriam Istana Naif, karena meriam penanda waktu berbuka ini akan dibunyikan di Istana Naif oleh petugas berseragam merah.

4. Meriam Sultan Khos Qadam, Mesir

Di Mesir tradisi meriam iftar sudah dimulai sejak tahun 1467 oleh Sultan Khosh Qadam saat melakukan uji coba pada meriam yang dilakukan pada waktu menjelang maghrib. Tradisi ini kemudian berkembang hingga ke Kaisaran Ottoman.

5. Meriam Masjid al-Araf, Indonesia

Indonesia ternyata juga punya tradisi meriam iftar lho. Meriam Masjid al-Araf merupakan tradisi membunyikan meriam yang dilakukan di Masjid al-Araf, Rangkasbitung, Banten. Meriam sundut ini terbuat dari bahan karbit dan dimasukkan ke dalam pipa besi berdiameter 40 centimeter.

Meski kini masyarakat sudah memiliki jam digital, aplikasi penunjuk waktu salat, hingga pengeras suara masjid, tradisi meriam iftar tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya Ramadan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Iftar dengan Menu Khas Nusantara di Resto Hotel Bintang 5 "
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads