Malam Ini, PB XIV Purbaya Gelar Kirab Tumpeng Sewu Tradisi Selikuran

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Malam Ini, PB XIV Purbaya Gelar Kirab Tumpeng Sewu Tradisi Selikuran

Tara Wahyu NV - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 05:31 WIB
Pengageng Parentah PB XIV Purbaya, KGPH Panembahan Dipokusumo ditemui di Keraton Solo, Minggu (8/3/2026)
Pengageng Parentah PB XIV Purbaya, KGPH Panembahan Dipokusumo ditemui di Keraton Solo, Minggu (8/3/2026). (Tara Wahyu NV/detikJateng)
Solo -

Keraton Solo dari pihak Pakubuwono XIV Purbaya menggelar tradisi malam Selikuran bulan Ramadan pada Senin (9/3/2026) malam. Dalam acara itu digelar kirab tumpeng sewu yang berangkat dari Keraton Surakarta menuju Taman Sriwedari.

Pengageng Parentah PB XIV Purbaya, KGPH Panembahan Dipokusumo, mengatakan kirab itu dilangsukan dari Keraton Solo menuju ke Taman Sriwedari.

"Inti kegiatan ini (Malam Selikuran) memang sejak di era zaman Paku Buwono X sampai sekarang dan itu dijadikan semacam kolaborasi dengan semua stakeholder yakni Pemerintah Kota," katanya ditemui awak media di Keraton Solo, Minggu (8/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dipokusumo mengatakan bahwa Malam Selikuran atau malam 21 menjadi momen untuk menandai bulan Ramadan memasuki 10 hari terakhir. Dengan begitu, Malam Selikuran dimaknai sebagai turunnya Lailatul Qadar.

ADVERTISEMENT

"Di bulan Ramadan ini, ya memang makna dari ini juga langsung berkonotasi dengan nilai keagamaan, dalamnya adalah nilai agama Islam, di mana malam selikur itu dimaknai sebagai tumurunipun, turunnya Lailatul Qadar. Maka dari simbolis yang berada di dalam budaya Jawa itu meng-hajad dalem menggunakan tumpeng sewu," kata dia.

"Lha itu tumpeng sewu dibagikan kepada masyarakat yang hadir di sekitar upacara kegiatan di Sriwedari tersebut," dia menambahkan.

Dipokusuma menjelaskan rite kirab dan acara secara umum. Dia mengatakan kirab itu diawali doa bersama di Kagungan Dalem Sasana Bangsal Sewaka atau Sitihinggil, kemudian ke Pagelaran, Bangsal Sasana Sumewa, kemudian terus ke utara menuju Gladag.

Setelah itu, kirab berlanjut ke ke barat sampai di Sudari barulah masuk ke Jl Slamet Riyadi untuk kemudian menuju Sriwedari.

"Di Sriwedari akan diadakan serah terima, pasrah tinampinipun dari utusan dalem Keraton Surakarta kepada Mas Walikota Surakarta, Mas Respati Ardi," kata dia.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads