Bandara Muscat Semakin Sibuk, Jadi 'Mini Hub' Timur Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bandara Muscat Semakin Sibuk, Jadi 'Mini Hub' Timur Tengah

Bonauli - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 07:31 WIB
Bandara Muscat, Oman
Bandaar Muscat (Getty Images/Ivan Savini)
Muscat -

Bandara Internasional Muscat lebih sibuk di tengah konflik Timur Tengah. Meski kecil, kini perannya sangat penting.

Bandara Muscat memang tergolong kecil menurut standar Timur Tengah. Bandara itu memiliki luas sekitar 22 km persegi, dengan jumlah penumpang seperdelapan dari Bandara Dubai. Bandara itu menjadi titik penting dalam evakuasi turis-turis yang terjebak saat bandara-bandara lain tutup karena perang.

Dikutip dari Independent UK pada Senin (9/3/2026), Bandara Muscat mengalami lonjakan penerbangan dan penumpang. Peningkatan drastis jumlah penumpang itu terjadi setelah Qatar Airways menjadikan bandara tersebut sebagai 'Mini Hub'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak Jumat, sejumlah jet kecil bolak-balik dari Oman menuju London Heathrow, Berlin, Kopenhagen, Madrid, Roma, dan Amsterdam. Penerbangan pertama menuju Heathrow.

Pesawat Boeing 777 dijadwalkan berangkat Kamis pukul 13.00 waktu setempat. Meski sempat terlambat, pesawat ini diperkirakan tiba di tujuan sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Bagi yang bepergian melalui jalur darat, jarak dari Doha ke Muscat lebih dari 1.000 km. Perjalanan dari Qatar ke Bandara Muscat juga memakan waktu lebih lama karena harus melewati perbatasan Arab Saudi, UEA, dan Oman.

Selain Qatar Airways, British Airways (BA) juga ikut berperan dalam lonjakan penumpang di Bandara Muscat. BA mengumumkan penerbangan penumpang keempat dari Muscat ke London Heathrow. Keberangkatan pada Minggu dini hari khusus untuk penumpang BA yang terjebak di wilayah Teluk, terutama Abu Dhabi dan Dubai.

Juru bicara BA meminta penumpang untuk hanya datang ke bandara jika memiliki pemesanan yang sudah dikonfirmasi. "Penerbangan ini untuk pelanggan BA yang berada di Oman atau UEA dengan pemesanan yang sudah ada," kata perwakilan maskapai.

Maskapai juga berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada pelanggan dan staf di wilayah terdampak, termasuk melakukan kontak secara berkala.

Muscat juga menjadi titik keberangkatan untuk penerbangan charter pemerintah Inggris yang mengalami penundaan parah. Selain itu, Oman Air, maskapai nasional, menambah penerbangan ekstra dari hub-nya di Muscat ke beberapa bandara internasional, termasuk London Heathrow.

Pesawat dan awak yang biasanya terbang ke destinasi di Teluk dialihkan untuk mendukung penerbangan itu.

Penerbangan tambahan Oman Air beroperasi mulai Sabtu selama sembilan hari awalnya. Destinasi lain yang dilayani termasuk Bangkok, Kuala Lumpur, dan Mumbai.

Maskapai menerima pemesanan dari kota-kota Asia ini ke London, menambah kapasitas yang sangat dibutuhkan sekaligus membantu menjaga harga tiket tetap rendah.




(bnl/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads