Asita: Pola Baru Liburan Turis China Guncang Agen Travel Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Asita: Pola Baru Liburan Turis China Guncang Agen Travel Bali

Rizki Setyo Samudero - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 09:31 WIB
Chinese tourists board a fast boat for their trip from Serangan Island to Lombok Island in Denpasar, on Indonesias resort island of Bali, on January 25, 2023. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP) (Photo by SONNY TUMBELAKA/AFP via Getty Images)
Turis China di Bali (Sonny Tumbelaka/AFP/Getty Images)
Denpasar -

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali menyoroti perubahan pola kunjungan wisatawan China usai pandemi. Pemerintah provinsi Bali diminta segera menyadarinya.

Ketua Asita Bali I Putu Winastra mengungkapkan arah baru pasar wisata mulai terlihat pascapandemi COVID-19. Sebelum pandemi, dia berujar, wisatawan China selalu bepergian dalam bentuk grup dan berbelanja di setiap kunjungan.

"Tetapi setelah adanya pandemi COVID-19, pola perjalanan berubah. Mereka cenderung melakukan perjalanan dengan independen, individual, dan juga kalau pun grup mungkin group family," kata Winastra, Minggu (8/3/2026), dilansir detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, wisatawan China saat ini rata-rata adalah anak muda yang telah melek teknologi dan terbiasa memesan melalui aplikasi ketimbang secara offline. Winastra mengatakan perubahan pola perjalanan turis China ini menjadi tantangan bagi pelaku agen wisata di Bali.

ADVERTISEMENT

"Artinya market China yang anak-anak muda ini lebih cenderung bepergian melalui platform aplikasi dan cenderung independen tanpa menggunakan lokal agen," kata Winastra.

Menurutnya, pola ini juga berpengaruh pada perekonomian pelaku agen wisata. Dia menyebut jumlah wisatawan asal China menurun dari total 2 juta kunjungan sebelum pandemi menjadi 500 ribu kunjungan usia pandemi.

"Bisa dibayangkan dari 2 juta jadi 500 ribu dan dari 500 ribu pun cuma 30 persen yang kami handle," ujar dia.

Winastra mengajak para pelaku agen wisata agar adaptif dengan perubahan pola perjalanan pasar China. Ia menilai para turis saat ini menginginkan pengalaman perjalanan baru. Misalkan dengan mengeksplorasi desa wisata.

Dia mendorong pemerintah membuat regulasi agar agen wisata yang dikelola masyarakat lokal bisa bersaing.

"Artinya bahwa operator atau pun aplikasi yang membawa tamu ke Bali ini agar bekerja sama dengan lokal travel agen," kata dia.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads