Keluarga korban MH370 meminta pemerintah Malaysia memperpanjang kontrak pencarian dengan Ocean Infinity. Pencarian pesawat hilang 12 tahun lalu itu belum membuahkan hasil.
Pesawat Boeing 777 yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru itu hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Hingga kini, operasi pencarian di Samudra Hindia bagian selatan belum memberikan titik terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip laporan Reuters , Senin (9/3/2026), Pemerintah Malaysia pada Maret 2025 telah menyetujui kontrak dengan prinsip 'No Find, No Fee' . Dalam kesepakatan tersebut, Ocean Infinity hanya akan memperoleh keuntungan sebesar USD 70 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun jika berhasil menemukan bangkai pesawat.
Namun, Biro Investigasi Kecelakaan Udara Malaysia (AAIB) melaporkan bahwa dua fase pencarian selama 28 hari terakhir belum membuahkan hasil. Operasi yang mencakup area dasar laut seluas 7.571 kilometer persegi tersebut sering kali mengakibatkan cuaca buruk dan kondisi laut yang ekstrem. Fase kedua pencarian sendiri telah berakhir pada 23 Januari lalu.
"Pemerintah tetap berkomitmen untuk terus memberikan informasi kepada keluarga dan akan memberikan kesegaran informasi sebagaimana mestinya," pernyataan resmi AAIB.
Kelompok perwakilan keluarga korban, Voice370, meminta perusahaan Ocean Infinity memperpanjang kontrak pencarian karena misi diperkirakan tidak selesai sebelum kontrak berakhir pada Juni. Kesulitan itu disebabkan masuknya musim dingin di belahan bumi selatan, yang memperburuk kondisi laut.
Voice370 mendesak Pemerintah Malaysia untuk segera mengabulkan permintaan perpanjangan kontrak Ocean Infinity, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan eksplorasi lainnya.
"Tambahan sederhana yang memperpanjang jangka waktu kontrak tanpa mengubah ketentuan inti perjanjian akan memungkinkan pencarian untuk terus berlanjut tanpa ditunda," pernyataan Voice370.
Ocean Infinity dilaporkan melakukan pencarian intensif tetapi belum menemukan temuan signifikan. Laporan penyelidikan resmi Malaysia pada 2018 pun belum menyelesaikan kesimpulan penyebab pasti hilangnya pesawat, meskipun kemungkinan adanya pengalihan jalur penerbangan secara sengaja tidak dikesampingkan.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?