Negeri Sakura bergerak mengevakuasi warganya dari Timur Tengah. Tak tanggung-tanggung, Jepang gunakan pesawat angkut militer!
Kementerian Luar Negeri di Tokyo mengumumkan pada hari Minggu mereka telah mengevakuasi 13 warga negaranya dari Iran. Mereka termasuk karyawan kedutaan di Teheran, serta salah satu anggota keluarga asing, dengan menggunakan bus dari Iran ke negera tetangga, Azerbaijan.
Kementerian mengatakan bahwa 84 warga negara Jepang lainnya tiba di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, melalui jalur darat dari Kuwait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evakuasi juga dilakukan lewat Bandara Muscat di Oman. Totalnta, 60 warga negara Jepang tiba dari Dubai dan 30 orang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), seperti dikutip dari Arab News pada Senin (9/3/2026).
Penerbangan sewaan dari Oman, yang diatur oleh pemerintah Jepang, tiba di Bandara Narita dekat Tokyo pada Minggu malam. Penerbangan lain dijadwalkan berangkat dari Arab Saudi pada hari Senin.
Jepang mengirimkan pesawat angkut militer Jepang KC-767 yang berangkat dari Pangkalan Udara Komaki di Jepang tengah menuju Maladewa. Negara itu menjadi tempat transit jika evakuasi lanjutan dari Iran diperlukan.
Pesawat angkut militer tersebut membawa sekitar 30 anggota Pasukan Bela Diri Jepang.
Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Jepang menaikkan peringatan perjalanan untuk negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk menjadi level 3. Peringatan ini mendesak warga negara Jepang untuk tidak bepergian ke negara-negara tersebut dengan alasan apa pun dan menyarankan warganya yang tinggal di sana untuk mempertimbangkan untuk meninggalkan negara tersebut jika kehadiran mereka tidak penting.
Jepang telah menetapkan Iran, Suriah, Yaman, wilayah Palestina yang diduduki di Gaza dan Tepi Barat, Sudan, dan sebagian besar wilayah Irak sebagai Level 4, tingkat risiko tertinggi, dan mendesak warga Jepang yang tinggal di sana untuk segera meninggalkan negara tersebut.










































