Berbagai curhat turis yang terjebak di Dubai ramai diberitakan. Salah seorang di antaranya bahkan mengaku pengeluarannya tembus Rp 8 juta per hari.
Dikutip dari Business Insider, Senin (9/3/2026), adalah Emilia Vasquez, karyawan Goodwill asal Amerika Serikat (AS), yang terjebak di Dubai dan menghabiskan banyak uang itu. Bersama putranya yang berusia 6 tahun, Vasquez mendarat di Dubai pada Kamis (26/2) dan berencana tinggal hingga Selasa.
Rencana itu buyar setelah AS dan Israel menyerang Iran hingga mengakibatkan wilayah udara ditutup. Imbasnya penerbangan dari dan ke Dubai dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Vasquez, pembatalan penerbangan berarti masa tinggal di hotel mau tidak mau diperpanjang. Selama di Dubai, dia menginap di Taj Dubai, hotel bintang lima di dekat Dubai Mall.
Dia mengatakan biaya harian di sana sekitar USD 500 (sekitar Rp 8,4 juta) per malam, sekitar USD 300 (sekitar Rp 5 juta) di antaranya untuk tagihan hotel. Hingga Kamis, dia telah mengeluarkan total USD 6.800 (sekitar Rp 114 juta).
Dengan tagihan yang terus menumpuk dan tanpa bantuan langsung dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Vasquez hanya memiliki beberapa ribu dolar lagi dari batas kartu kreditnya. Di sisi lain, dia tak merasa aman andai meninggalkan hotel itu.
"Saya bertanggung jawab membayar hotel ini. Manajemen hotel telah mengatakan bahwa jika saya tidak mampu membayar, kami harus pergi dan mencari tempat lain," kata Vasquez.
"Saya tidak merasa aman untuk meninggalkan hotel dan pergi ke tempat lain. Jadi saya memperpanjang masa tinggal setiap hari," dia menambahkan.
Vasquez mengatakan bahwa otoritas UEA memang mendukung turis asing yang terlantar saat konflik terjadi, termasuk menanggung akomodasi. Namun, ternyata akomodasi yang disiapkan itu terbatas dan menggunakan sistem reimburse atau penggantian biaya.
Meskipun maskapai penerbangan dan pemerintah biasanya berupaya membantu penumpang selama gangguan besar, proses klaim atau penggantian biaya sering memakan waktu. Nah, selama periode itu, wisatawan yang terjebak harus menanggung sendiri pengeluaran harian mereka.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030