Transformasi KrisFlyer Tak Cuma untuk Terbang, Kini Jadi 'Mata Uang'

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Transformasi KrisFlyer Tak Cuma untuk Terbang, Kini Jadi 'Mata Uang'

Femi Diah - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 23:15 WIB
KrisFlyer program loyalitas atau frequent flyer program milik Singapore Airlines.
KrisFlyer program loyalitas atau frequent flyer program milik Singapore Airlines. (Femi Diah/detikcom)
Jakarta -

Dulu miles hanya bisa didapat dari terbang dan dipakai untuk tiket pesawat. Kini, melalui KrisFlyer, belanja, makan, maupun penerbangan bisa jadi pendulang miles yang juga dapat digunakan kembali untuk terbang atau belanja sehari-hari.

Dalam industri penerbangan global, program loyalitas biasanya identik dengan satu hal, yakni mengumpulkan poin dari penerbangan untuk ditukar dengan tiket gratis. Dikutip dari situs resmi singaporeair.com, Senin (9/3/2026), dalam beberapa tahun terakhir, KrisFlyer, program loyalitas milik Singapore Airlines yang memungkinkan member mengumpulkan miles setiap kali terbang dengan Singapore Airlines, Scoot, atau maskapai partner, menunjukkan arah yang berbeda.

Program itu berevolusi dari sekadar skema penghargaan bagi penumpang setia menjadi ekosistem gaya hidup yang memperluas pengalaman pelanggan jauh melampaui perjalanan udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan tersebut terasa nyata bagi pengguna seperti Asri (47), reseller fashion asal Jakarta, yang gemar traveling dan berbelanja online. Dia telah lama mengenal KrisFlyer, tetapi baru beberapa tahun terakhir aktif, sangat aktif bahkan, mengumpulkan miles dari aktivitas sehari-hari.

"Dulu kalau mau dapat miles ya harus terbang dulu. Sekarang dari belanja juga bisa," kata Asri dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dengan keuntungan itu, Asri makin nyaman berbelanja, baik untuk kebutuhan bisnis maupun sehari-hari. Dia mengatakan aktivitas belanjanya semakin mudah karena bisa menggunakan layanan pembayaran digital dengan Jenius, yang memungkinkannya bertransaksi di luar negeri maupun belanja online, sekaligus mengumpulkan miles setiap kali berbelanja.

Menurut Asri, cara itu membuat miles terkumpul lebih cepat dibanding hanya mengandalkan penerbangan. "Kalau rajin belanja lumayan cepat terkumpul. Saya sudah beberapa kali redeem, ke Singapura, Bangkok, bahkan sampai Swiss. Rasanya seperti perjalanan itu dibayari customer, kita tinggal bayar pajaknya saja," kata Asri.

Asri mengatakan meski demikian, bukan berarti tidak ada catatan. Menurut pengalamannya, proses penukaran miles tidak selalu instan. Tiket award biasanya memiliki kuota tertentu sehingga kadang harus menunggu konfirmasi.

"Kadang waiting list dulu. Pernah baru dikasih tahu sekitar dua minggu sebelum keberangkatan," ujar dia.

Sementara itu, Vino (bukan nama sebenarnya), pengusaha asal Jakarta, yang sering bepergian untuk urusan pekerjaan, memiliki pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkan KrisFlyer. Dia lebih fokus pada strategi penukaran miles untuk mendapatkan nilai maksimal.

Menurut pria berusia 45 tahun itu, miles biasanya paling menguntungkan jika ditukar dengan tiket penerbangan, terutama untuk perjalanan jarak jauh atau saat musim liburan ketika harga tiket melonjak.

"Kalau dihitung valuasinya, miles biasanya lebih untung ditukar tiket daripada barang," kata dia.

KrisFlyer program loyalitas atau frequent flyer program milik Singapore Airlines.KrisFlyer program loyalitas atau frequent flyer program milik Singapore Airlines. (Femi Diah/detikcom)

Menurut Vino fleksibilitas miles menjadi salah satu keunggulan utama. Tiket yang ditebus dengan miles sering kali memiliki biaya perubahan yang lebih rendah dibandingkan tiket yang dibeli dengan uang tunai, sehingga membantu menghemat biaya perjalanan ketika rencana berubah.

"Pernah kami harus ganti rute dari Singapura ke Amerika Serikat (AS) karena saat itu ada kendala kalau harus transit di Frankfurt pada salah satu anggota keluarga yang turut terbang. Singapore Airlines solutif banget, langsung bantu ganti ke penerbangan direct tanpa biaya tambahan," kata Vino.

"Kalau untuk jalan-jalan keluarga atau perjalanan mendesak, miles benar-benar fleksibel. Tidak ada high season atau low season, jadi sangat membantu untuk kebutuhan mendadak," dia menambahkan.

Dia mengatakan komitmen manajemen Singapore Airlines bukan hanya soal membantu mencarikan solusi saat ada kendala, tetapi juga memastikan penumpang tetap merasa nyaman.

"Misalnya, saat ada pembatalan atau delay beberapa jam, biasanya kami bisa menukar jadwal tanpa biaya. Apalagi untuk tiket yang dibeli dengan miles. Itu salah satu fleksibilitas program KrisFlyer," ujar dia.

Selain itu, untuk kebutuhan perjalanan bisnis yang sering berubah, tiket yang ditebus dengan miles juga membantu menghemat biaya. Vino mencontohkan perubahan rencana perjalanan dari Jakarta-Bangkok yang kemudian perlu diubah menjadi Bali-Bangkok.

"Menurut pengalaman saya, selama kebutuhan miles untuk rute tersebut masih sama, perubahan cukup dikenai change fee sekitar USD 25, tanpa perlu menukar miles tambahan. Biaya ini jauh lebih murah dibanding harus membeli tiket baru," kata dia.

Dari pengalamannya mengumpulkan dan menukar miles, Vino juga belajar bahwa strategi penukaran sangat penting. Dia menekankan perlunya menghitung valuasi miles sebelum menukarkannya.

KrisFlyer program loyalitas atau frequent flyer program milik Singapore Airlines.Sausana saat Singapore Airlines BCA Travel Fair 2026 di Jakarta digelar di Main Atrium, Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 30 Januari-1 Februari 2026. (Femi Diah/detikcom)

Menurutnya, menukar miles untuk tiket perjalanan biasanya memberikan nilai yang lebih tinggi dibanding menukarkannya dengan barang. Namun, dalam situasi tertentu miles juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain di luar penerbangan.

Vino mengatakan pernah menggunakan miles untuk membeli produk elektronik saat promo di Singapura. Baginya, itu menunjukkan bahwa miles dapat memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari.

"Di Indonesia, penggunaan miles untuk belanja barang masih cukup terbatas. Misalnya untuk elektronik, sering kali harus dikirim ke alamat di Singapura karena kalau masuk ke Indonesia biasanya ada pajak impor yang perlu diperhitungkan. Selain itu, pemakaian miles di luar tiket penerbangan juga belum terlalu luas, kebanyakan masih di area bandara. Kalau ke depan bisa digunakan lebih luas, menurut saya akan semakin menarik," dia menyarankan.

Sebagai solusi praktis untuk menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan miles, traveler bisa menggunakan aplikasi Kris+ dari Singapore Airlines. Miles KrisFlyer dapat dikonversi menjadi KrisPay miles di Kris+, yang kemudian bisa digunakan untuk berbagai transaksi harian, seperti belanja di merchant mitra, makan di restoran yang bekerja sama, atau membeli kebutuhan online.

Jika diinginkan, KrisPay miles juga bisa dikembalikan ke akun KrisFlyer, menjadikan miles lebih fleksibel dan mudah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tingkat global, KrisFlyer telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar program penerbangan. Miles kini bisa dikumpulkan dan ditukarkan melalui aktivitas sehari-hari, mulai dari belanja, makan, menginap di hotel, hingga transaksi dengan mitra ritel di berbagai negara.

Perubahan itu menunjukkan KrisFlyer mengubah miles menjadi 'mata uang' yang relevan tidak hanya di udara, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari anggota di berbagai belahan dunia. Saat ini, KrisFlyer memiliki lebih dari 10 juta anggota dengan jaringan lebih dari 1.700 mitra non-airline di berbagai negara.

"KrisFlyer secara konsisten menghadirkan pengalaman menarik dan eksklusif bagi para anggotanya," kata Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines Dai Haoyu dalam rilis kepada detikTravel saat mengumumkan anggota KrisFlyer mendapatkan akses prioritas untuk konser salah satu band pop rock Amerika beberapa waktu lalu.

Selain Kris+, ekosistem ini juga terhubung dengan berbagai platform lain seperti KrisShop untuk belanja dan Pelago untuk pengalaman perjalanan. Sejak 2025, nilai penukaran miles pada beberapa platform ini bahkan ditingkatkan untuk memberikan nilai lebih besar bagi anggota ketika menggunakan miles di luar penerbangan.



(fem/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads