Turis-Turis Terdampak Perang AS-Israel dan Iran di Bali Diwacanakan Dapat Insentif

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis-Turis Terdampak Perang AS-Israel dan Iran di Bali Diwacanakan Dapat Insentif

Aryo Mahendro - detikTravel
Selasa, 10 Mar 2026 20:15 WIB
Wisatawan mancanegara berkeliling di area cagar budaya Pura Taman Ayun, Badung, Bali, Sabtu (27/9/2025). Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 8,5 juta hingga Juli 2025 sehingga tren kunjungan wisatawan
Ilustrasi turis asing di Bali (Nyoman Hendra Wibawa/Antara)
Gianyar -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar berencana menyiapkan insentif atau bantuan fiskal bagi turis asing di Gianyar yang terdampak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Manajemen hotel diminta untuk mendukung wacana itu.

Turis-turis itu terjebak di Bali setelah sejumlah penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.

"Nanti kalau ada turis terjebak dan kehabisan bekal, pemerintah pasti turun tangan," kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra seusai rapat paripurna di kantor DPRD Gianyar, Selasa (10/3/2026), dilansir detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain intensif langsung dari pemerintah, Pemkab Gianyar juga melakukan pendekatan dengan pengelola akomodasi. Para pemilik hotel dan penginapan diimbau memberikan kompensasi bagi turis asing yang terjebak di Gianyar akibat pembatalan penerbangan.

"Pendekatan dengan pihak hotel. Yang kedua, subsidi dari pemerintah. Itu juga kalau memungkinkan," kata Mahayastra.

ADVERTISEMENT

Mahayastra mengatakan pemerintah pusat juga sudah digandeng untuk membantu memberikan insentif bagi turis asing yang terjebak di Gianyar.

"Karena bantuannya seberapa, ada hitung-hitungannya. Kami harap, pihak hotel juga berikan kontribusinya," kata dia.

Dari data yang ada, sebanyak 64 penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai dibatalkan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah. Jumlah tersebut terhitung sejak 28 Februari hingga 6 Maret 2026 pukul 17.00 Wita. Sebanyak 8.187 penumpang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads