Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar berencana menyiapkan insentif atau bantuan fiskal bagi turis asing di Gianyar yang terdampak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Manajemen hotel diminta untuk mendukung wacana itu.
Turis-turis itu terjebak di Bali setelah sejumlah penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.
"Nanti kalau ada turis terjebak dan kehabisan bekal, pemerintah pasti turun tangan," kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra seusai rapat paripurna di kantor DPRD Gianyar, Selasa (10/3/2026), dilansir detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain intensif langsung dari pemerintah, Pemkab Gianyar juga melakukan pendekatan dengan pengelola akomodasi. Para pemilik hotel dan penginapan diimbau memberikan kompensasi bagi turis asing yang terjebak di Gianyar akibat pembatalan penerbangan.
"Pendekatan dengan pihak hotel. Yang kedua, subsidi dari pemerintah. Itu juga kalau memungkinkan," kata Mahayastra.
Mahayastra mengatakan pemerintah pusat juga sudah digandeng untuk membantu memberikan insentif bagi turis asing yang terjebak di Gianyar.
"Karena bantuannya seberapa, ada hitung-hitungannya. Kami harap, pihak hotel juga berikan kontribusinya," kata dia.
Dari data yang ada, sebanyak 64 penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai dibatalkan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah. Jumlah tersebut terhitung sejak 28 Februari hingga 6 Maret 2026 pukul 17.00 Wita. Sebanyak 8.187 penumpang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.










































