Trafik penumpang di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat, diprediksi melonjak tajam pada periode mudik Lebaran 2026. Sejumlah persiapan dilakukan untuk bikin pemudik tetap nyaman.
Dudi Marsudi, koordinator Operasional Terminal Jatijajar, mengatakan manajemen terminal telah mengembangkan berbagai rencana operasional dan fasilitas tambahan untuk menghadapi periode itu. Dia memprediksi puncak mudik Lebaran tahun ini dimulai pada 18 Februari 2026.
"Dari awal hari ini (kemarin, Red) memang belum terlihat tanda-tanda peningkatan, jadi masih landai seperti hari biasa. Kemungkinan beberapa hari ke depan dipastikan akan ada peningkatan penumpang," ujar Dudi saat ditemui di Terminal Jatijajar, Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puncak lonjakan penumpang di Terminal Jatijajar akan terjadi pada tiga hari menjelang liburan. Prediksinya mulai tanggal 18, kemudian berlanjut 19, dan 20 Februari. Karena hari raya ditetapkan pemerintah tanggal 21," dia menambahkan.
Koordinator Operasional Terminal Jatijajar Dudi Marsudi (Hans Wilhem/detikcom) |
Selain mengelola keberangkatan rutin, Terminal Jatijajar ditunjuk sebagai pusat keberangkatan utama untuk Program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan yang dijadwalkan pada 17 April. Dalam upaya logistik yang signifikan, kurang lebih 100 bus telah disiapkan untuk mengangkut sekitar 2.600 pemudik ke 32 kota berbeda.
Dudi mengatakan keselamatan pemudik menjadi prioritas utama. Dia mengingatkan para calon penumpang untuk tidak tergiur harga tiket murah, tetapi harus memastikan bus yang dinaiki benar-benar dalam kondisi laik jalan.
Terminal Jatijajar, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Terminal Jatijajar memiliki tim khusus yang melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) secara periodik setiap hari. Puncaknya, pada 12 Maret, akan digelar ramp check gabungan bersama Dinas Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
"Kalau ramp check, semua rata-rata kita memang periodik setiap hari. Kalau memang mereka kedapatan ada yang tidak laik jalan, ya kita tidak boleh jalan. Di Terminal Jatijajar itu setiap hari periodik, kita punya tim ramp check khusus," kata Dudi.
Dari segi keamanan, Terminal Jatijajar mendapatkan perlindungan dengan kerja sama dengan Polsek Cimanggis, Pos Polisi, POM, hingga posko terpadu dari Polres di area depan terminal.
Fasilitas di Terminal Jatijajar
Sebagai langkah proaktif untuk mengatasi potensi kerumunan, Terminal Jatijajar telah menyediakan berbagai fasilitas, di antaranya ruang laktasi dan tempat duduk khusus untuk penyandang disabilitas, serta relokasi strategis area tunggu ke Gedung Jawan yang lebih luas.
Penumpang yang terlantar dan menunggu jadwal keberangkatan besok dapat menginap semalam secara gratis di area yang telah ditentukan. Mengingat potensi kondisi cuaca buruk dan kemacetan lalu lintas di rute Bogor, terminal telah secara proaktif mengembangkan rencana pengalihan untuk bus, menggunakan Jalan Tol Cijago sebagai jalur alternatif.
Terminal Jatijajar, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Dudi mencatat bahwa tarif transportasi telah mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen. Dia menekankan bahwa kenaikan harga itu semata-mata merupakan penyesuaian menjelang Idul Fitri dan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perubahan harga bahan bakar akibat perang di Timur Tengah.
"Perusahaan bus juga agak sedikit hati-hati menaikkan harga tiket. Jadi mereka tidak berani terlalu tinggi menaikkannya, sesuai instruksi pemerintah. Jika ada yang melebihi batas, tentu kita awasi," kata dia.
"Terakhir, pesan kami untuk pemudik nomor satu adalah jaga kesehatan. Kalau kurang fit jangan memaksakan mudik, siapkan obat-obatan pribadi, dan selalu waspada menjaga barang bawaan," kata Dudi.
(fem/fem)















































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal