Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas seiring mendekati puncak arus mudik Lebaran 2026. Di tengah antusiasme warga untuk kembali ke kampung halaman, sopir bus antarkota dan antarprovinsi diwajibkan untuk melakukan persiapan tambahan.
Menghadapi pola cuaca yang tidak menentu dan perbaikan jalan yang sedang berlangsung, kru bus berbagi pengalaman dan langkah-langkah yang mereka ambil untuk beradaptasi.
Yuga, yang bekerja sebagai sopir untuk PO Haryanto di rute Bogor-Wonogiri, menekankan bahwa inspeksi teknis sangat penting dan harus dilakukan sebelum angkutan penumpang dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan ya cross check kayak laker (bantalan roda) dan ketebalan ban. Sebelum mulai aktivitas mudik tetap dicek dulu," kata Yuga kepada detikTravel sebelum mengangkut pemudik, Rabu (11/3/2026).
Suasana di Terminal Jatijajar, Depok menjelang mudik Lebaran 2026. (Hans WIlhem/detikcom) |
Rudhi, seorang sopir dari divisi Wonosobo PO Rosalia Indah, juga menyoroti pentingnya persiapan yang matang. Ia menyatakan bahwa pada hari-hari awal Ramadan, ketika jumlah penumpang rendah, perusahaan bus memanfaatkan waktu ini untuk melakukan perbaikan besar-besaran pada armadanya.
"Kalau dari Rosalia cuman ya kalau dari perusahaan kan memang ada ramp check pasti. Cek kesehatan apa dan vitamin itu mesti setiap momen Nataru, setiap momen Lebaran itu pasti ada," ujar Rudhi.
Meskipun armada telah dikonfirmasi dalam kondisi prima, para sopir mengutarakan kekhawatiran terkait kondisi infrastruktur, yang menurut mereka menghambat kelancaran perjalanan tahun ini. Rudhi menekankan lambatnya proses perbaikan jalan, terutama terkait Jalan Tol Trans Jawa.
"Hambatannya itu keterlambatan perbaikan jalan dari pemerintah. Di tol-tol dan jalur bawah juga iya. Harusnya sebelum Ramadan sudah diperbaiki, orang sekarang H-10 saja masih perbaikan," ujar Rudhi.
Ia juga menambahkan sentilan terkait fasilitas jalan berbayar. "Kita bayar tol tapi fasilitasnya rusak, banyak macet karena perbaikan dari Bekasi sampai Palimanan," kata dia.
Sementara itu, untuk menghindari penumpukan di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga sudah diantisipasi oleh awak bus. Yuga menjelaskan saat sistem one way (satu arah) diberlakukan, bus besar biasanya akan dialihkan keluar tol.
"Mulai dari Cikampek kalau unit besar biasanya dilewatkan Pantura, jadi di tol cuma mobil-mobil kecil. Kalau sudah masuk Pantura langsung terus ke Semarang," kata Yuga.
Suasana di Terminal Jatijajar, Depok menjelang mudik Lebaran 2026. (Hans Wilhem/detikcom) |
Melayani perjalanan antarkota berjam-jam tentu menyisakan berbagai cerita unik dari para penumpang. Yuga membagikan pengalaman lucunya menghadapi berbagai tingkah laku pemudik. Mulai dari penumpang yang tertidur pulas hingga terlewat tempat tujuan awal dan pemudik yang bepergian bersama rombongan sering kali membawa tas yang tertukar saat turun dari bus.
"Kadang ada yang satu orang cuma bawa kardus, kadang ada yang hampir satu kol juga pernah," ujar dia.
Meski begitu, Yuga menegaskan bahwa kru bus akan bertanggung jawab penuh jika ada barang yang tertukar atau tertinggal.
"Paling alternatif terakhir kita cek penumpang itu naik dari mana, telepon agen, dan hubungi nomor penumpangnya. Selama ini belum pernah sampai hilang, pasti kembali," kata dia.
Rudhi mencatat penurunan kecil dalam tingkat okupansi penumpang pada awal musim pulang kampung tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat pembahasan mendekati akhir, kedua pengemudi menyampaikan pesan penting. Mengingat peristiwa cuaca ekstrem dan infrastruktur yang kurang memadai, pemudik harus siap terutama fisik.
Mereka menekankan harapan kuat agar pemerintah memprioritaskan infrastruktur jalan, terutama jalan tol, dan memastikan penyelesaiannya tepat waktu sebelum tradisi pulang kampung tahunan.
Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal