Maskapai nasional Garuda Indonesia kehilangan predikat maskapai bintang lima dari Skytrax dan kini turun menjadi bintang empat. Apa kata manajemen Garuda?
Dalam rilis kepada detikTravel, Kamis (12/3/2026), Garuda membeberkan sejumlah langkah setelah adanya pembaruan klasifikasi rating layanan yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan maskapai internasional, Skytrax itu.
"Garuda Indonesia memahami hal tersebut sebagai bagian dari refleksi atas fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan. Hal ini yang pada tahun 2026 kami akan perkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan," pernyataan dalam rilis itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garuda memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi landasan fundamen lini usaha dan operasional, seiring dengan langkah perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi penumpang," keterangan ditambahkan.
"Hal ini yang turut diselaraskan dengan langkah penguatan kinerja keuangan sebagai bagian dari fokus prioritas transformasi perusahaan. Kami akan memperkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan," keterangan Garuda lagi.
Garuda Indonesia menyatakan bahwa manajemen saat ini fokus pada pemulihan dan penguatan fundamental kinerja perusahaan, terutama di aspek keuangan dan keberlanjutan usaha.
Proses itu secara bertahap mendorong berbagai perbaikan layanan dan operasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju fondasi kinerja yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
"Di tahun 2026 perusahaan akan semakin memperkuat transformasi fundamental layanan sebagai salah satu prioritas utama," pernyataan Garuda.
Garuda Susun Peta Jalan Peningkatan Layanan
Garuda Indonesia menyebut saat ini tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap atau peta jalan peningkatan layanan secara menyeluruh, yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch points perjalanan penumpang.
Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan yang dioptimalkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten, nyaman, dan bernilai tambah bagi penumpang.
Seluruh pengembangan tersebut akan tetap mengacu melalui pendekatan 5 senses experience khas Garuda Indonesia yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.
Garuda Indonesia menyadari bahwa transformasi layanan ini memerlukan waktu serta implementasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Namun demikian, berbagai inisiatif pembenahan tersebut akan terus dioptimalkan secara berkelanjutan, agar setiap fase transformasi dapat menghadirkan progres nyata bagi peningkatan kualitas layanan perusahaan.
"Melalui implementasi transformasi yang disiplin, dan terukur, Garuda Indonesia optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai national flag carrier Indonesia yang adaptif dan semakin kompetitif di kancah global," pernyataan Garuda.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal