Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Beberapa warga memilih untuk pulang ke kampung halaman lebih awal dari jadwal.
detikTravel mewawancarai beberapa pemudik di lokasi, memiliki berbagai alasan untuk berangkat lebih awal. Munir (60), pemudik yang menuju ke Pekalongan di Jawa Tengah, mengakui bahwa ia sengaja memilih untuk pulang pada waktu ini karena kondisi yang relatif sepi.
"Ya kan, agak sepi gitu belum ramai," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan berbeda diungkapkan oleh Romi (47), pemudik tujuan Kediri dan Surabaya. Ia memilih berangkat lebih awal karena tiket bus untuk tanggal-tanggal mendekati Lebaran sudah ludes terjual dan harganya melambung tinggi.
"Kalau tiket untuk besok itu sudah mahal, terus terbatas. Tanggal 15, 16, 17 Maret itu sudah penuh, habis, baru pada 20 Maret ada lagi. Sekarang harga masih standar antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Kalau besok sudah Rp 480 ribu sekian, bahkan tanggal 12 sudah sampai Rp 600 ribu," kata Romi.
Ia merasa beruntung mendapatkan satu kursi tersisa di bus MTrans pada pagi harinya.
Selain Pak Munir dan Pak Romi, ada pula Rian (25), mahasiswa yang berkuliah di Jakarta. Rian mempercepat jadwal pulangnya ke Banyumas karena diminta oleh orang tuanya dan untuk menjenguk sang kakek yang sedang sakit.
"Alhamdulillah dapat tiket yang masih wajar, Rp 190 ribu naik Sinar Jaya lewat online," kata Rian.
Bus tetap menjadi pilihan utama transportasi bagi para penumpang di Terminal Jatijajar, menonjol di antara berbagai opsi yang tersedia. Faktor utama adalah biaya, yang dianggap jauh lebih rendah dibandingkan dengan kereta api. Rian merasakan perbedaan tarif antara bus dan kereta api, menyoroti perbedaan yang signifikan.
"Aslinya kepengin nyoba kereta, cuma kemarin saya bandingin tiket bus sama kereta itu lebih murah bus, jauh. Sisa ongkosnya bisa buat jalan-jalan nanti," kata dia.
Bagi Romi, bus tidak hanya menawarkan harga tiket yang lebih rasional, tetapi juga kenyamanan ekstra bagi perokok dan efisiensi biaya makan. Ia menyebut tiket kereta kelas ekonomi saat ini sudah menyentuh angka Rp 700 ribu lebih.
"Kalau bus kita masih ada jeda untuk istirahat ke rumah makan, lebih hemat. Kalau di kereta, kita makan nasi goreng sama minum saja sekitar 50 ribu, belum termasuk tiket. Terus kita mau ngerokok pun susah, kalau bus kan ada waktu istirahat," kata Romi.
Sementara itu, bagi Pak Munir, naik bus terasa lebih praktis. "Lebih enak naik bus lah, nggak ribet," ujar dia.
Terkait kondisi Terminal Jatijajar, para pemudik merasa cukup terbantu dengan sistem pemesanan tiket online yang meminimalisir praktik percaloan. Romi mengaku perjalanannya aman dari calo karena sudah memegang tiket elektronik.
"Calo ada sih satu orang nanya mau ke mana, pas saya bilang pakai bus MTrans, dia sudah tahu kalau saya sudah dapat tiket," ujar dia.
Secara keseluruhan, Romi merasa fasilitas terminal sudah lumayan nyaman.
Namun, kritik membangun datang dari Rian terkait kebersihan fasilitas umum di terminal tersebut. Ia menyoroti kondisi toilet pria yang kurang terawat.
"Kasih masukan sedikit, di kamar mandinya baunya menyengat banget. Terutama yang cowok ya. Kebersihannya kurang, perlu diperhatikan lagi kebersihannya sama pewanginya mungkin," ujar Rian.
Meski diwarnai cuaca yang belakangan sering hujan, para pemudik menaruh harapan besar agar perjalanan mudik mereka tahun ini berjalan aman dan lancar.
"Harapannya selamat sampai tujuan, dan di jalan jangan sampai macet banget lah. Kasihan yang berangkat siang apalagi sambil puasa," kata Rian.
Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal