Rekam Rudal Iran Meluncur, Turis Terancam Hukuman Penjara di Dubai

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rekam Rudal Iran Meluncur, Turis Terancam Hukuman Penjara di Dubai

Bonauli - detikTravel
Kamis, 12 Mar 2026 20:10 WIB
23 Marina Tower Dubai terkena serpihan drone Iran
Ilustrasi (X via News18)
Dubai -

Seorang turis Inggris mendekam di kantor polisi Dubai. Ia terancam penjara karena merekam rudal Iran di langit Dubai.

Pria asal London yang berusia 60 tahun liburan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) saat serangan Iran terjadi. Ia merekam video serangan, dan kini ditahan di kantor polisi di daerah Bur Dubai pada Senin (9/3/2026), seperti dikutip dari GB News.

Menurut kelompok kampanye Detained in Dubai, turis ini diduga merekam rudah Iran saat penangkapan. Namun, tidak jelas apakah video tersebut dibagikan ke media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uni Emirat Arab (UEA) memiliki beberapa undang-undang kejahatan siber terketat di dunia, dan pihak berwenang telah memperingatkan bahwa turis di negara itu dapat dipenjara karena mengunggah tentang perang.

Setiap komentar tentang masalah keamanan, kebijakan pemerintah, atau konflik regional yang sedang berlangsung dapat mengakibatkan pelanggaran pidana.

ADVERTISEMENT

Jika terbukti bersalah menurut hukum, ia dapat menghadapi sanksi penjara hingga dua tahun atau denda hingga £58.000 (Rp 1,3 miliar).

Saat ini, warga Inggris tersebut belum didakwa dan ia dapat dibebaskan tanpa tindakan lebih lanjut.

Pihak berwenang menyarankan turis untuk tidak mempublikasikan atau menyebarkan rumor dan informasi dari sumber yang tidak dikenal melalui platform media sosial atau cara teknologi lainnya.

"Waspadai dan dapatkan informasi. Informasi adalah tanggung jawab, dan menyebarkan rumor adalah kejahatan," tulis pernyataan hukum Dubai.

Radha Stirling, kepala eksekutif Detained in Dubai, mengatakan kelompoknya sedang membantu keluarga warga Inggris tersebut.

Stirling mengatakan kepada The Telegraph bahwa meskipun ada peringatan dari UEA, banyak orang akan lupa atau terbawa suasana dan tanpa sengaja merekam di negara tersebut.

"Semua orang mengeluarkan ponsel dan kamera mereka. Orang-orang agak lalai. Mereka tidak mengerti bahwa ini sangat serius - bahwa mereka bisa dipenjara di sana," tambahnya.

Pihak berwenang UEA khawatir tentang informasi intelijen yang kembali ke Iran dan Rusia dan citra Dubai sebagai tempat yang berbahaya, klaim Stirling.

"Mereka tidak ingin gambar-gambar ini terpatri di benak orang. Ini beban yang sangat berat, lebih daripada apa pun," katanya.



(bnl/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads