Singapura mengirim penerbangan evakuasi militer kedua ke Arab Saudi untuk membantu warganya meninggalkan Timur Tengah di tengah konflik yang tengah berlangsung.
Pesawat A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) milik Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) dijadwalkan dikerahkan ke Jeddah pada Kamis (12/3/2026). Langkah tersebut mengikuti penerbangan pertama pada 10 Maret, ketika pesawat RSAF MRTT dikirim ke Riyadh untuk mengevakuasi warga Singapura.
"Mirip dengan pengerahan sebelumnya pada 10 Maret, MRTT yang akan dikerahkan ke Jeddah, Arab Saudi, hanya berfungsi untuk mendukung operasi evakuasi yang dibantu," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri (MFA), seperti yang dikutip dari CNA, Jumat (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MFA telah menghubungi warga Singapura yang mendaftar untuk evakuasi dan memberikan rincian lebih lanjut. Penerbangan sebelumnya ke Riyadh mendarat di Bandara Changi pada Rabu pagi, membawa 218 warga Singapura beserta keluarga.
Hal itu merupakan pengiriman pesawat militer pertama Singapura ke Timur Tengah sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran memicu konflik, yang menyebabkan beberapa negara menutup wilayah udaranya.
Dalam unggahan di Facebook, Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan meski beberapa penerbangan komersial telah disiapkan, beberapa lokasi tetap tidak dapat diakses secara komersial. Oleh sebab itu, pesawat RSAF A330 MRTT dikerahkan ke Riyadh.
"Kepada sesama warga Singapura yang masih berada di wilayah ini: mohon tetap waspada, saling menjaga, dan pastikan Anda terdaftar secara elektronik di MFA agar kami dapat menghubungi Anda dengan cepat jika diperlukan," ujarnya.
Wong juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi dan mitra Singapura di kawasan atas dukungan mereka dalam memastikan kelancaran penerbangan evakuasi.
(upd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali