Aktivitas agen perjalanan di Lebanon merosot drastis hingga sekitar 805 sejak pecahnya konflik antara Iran dan AS-Israel.
Ketua Serikat Pemilik Kantor Perjalanan dan Pariwisata Lebanon, Jean Abboud, mengatakan saat ini sebagian besar kantor agen perjalanan hanya menangani pembatalan perjalanan saja, bukan menjual paket perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abboud memperingatkan jika konflik berkepanjangan, banyak agen perjalanan bisa mendekati kebangkrutan, mengancam ratusan pekerjaan di sektor yang selama bertahun-tahun sudah terdampak krisis ekonomi dan sosial.
"Perang yang berlanjut dapat memaksa banyak lembaga untuk tutup sepenuhnya, dan ratusan pekerja akan kehilangan pekerjaan," ujar Abboud dilansir dari Kantor Berita Xinhua, Jumat (13/3/2026).
Kesulitan perjalanan masuk dan keluar Lebanon juga semakin terasa. Penerbangan kini terbatas pada maskapai nasional Middle East Airlines, dengan beberapa rute masih dilayani oleh Royal Jordanian dan Turkish Airlines.
Ia menyebut pembatasan wilayah udara di Timur Tengah memaksa maskapai mengubah rute penerbangan, bahkan menaikkan harga tiket hingga 900% pada beberapa rute.
Selain itu, ia juga sulit memprediksi kapan industri perjalanan Lebanon bisa pulih, karena hal itu sangat bergantung pada akhirnya pertempuran di kawasan regional.
(upd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas