Efek buruk konflik di Timur Tengah merambat hingga ke banyak industri, termasuk penerbangan. Tak adanya pasokan bahan bakar membuat penerbangan berkurang.
Air New Zealand telah mengumumkan pengurangan signifikan dalam jadwal penerbangannya. Langkah ini diambil karena konflik yang sedang berlangsung di Iran, seperti dikutip dari Independent UK pada Jumat (13/3/2026).
Menurut keterangan maskapai itu, harga bahan bakar jet naik tajam. Ini tentu berdampak panjang kepada harga tiket yang akan dijual kepada penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai Selandia Baru tidak sendirian, sebelumnya ada Qantas Airways Australia, SAS Skandinavia, dan Thai Airways, yang telah menerapkan kenaikan tarif penerbangan.
Mereka menghubungkan kenaikan ini dengan lonjakan biaya bahan bakar yang tiba-tiba. Tak dapat dipungkiri, lonjakan harga ini juga menimbulkan guncangan di sektor penerbangan global.
Harga minyak naik lebih lanjut pada hari Kamis menyusul laporan dari pejabat keamanan Irak bahwa kapal-kapal Iran yang bermuatan bahan peledak telah menyerang dua kapal tanker minyak, di tengah gangguan pasokan global lainnya.
Iran juga memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai $200 (Rp 3,3 jutaan) per barel.
Nikhil Ravishankar, kepala eksekutif Air New Zealand, mengatakan kepada Radio New Zealand, sebuah stasiun pemancar milik negara, bahwa sekitar 44.000 pelanggan dari 1,9 juta yang dijadwalkan terbang hingga awal Mei perlu diakomodasi ulang karena pengurangan penerbangan domestik dan internasional.
Bandara yang melayani daerah-daerah seperti wilayah penghasil wine Marlborough yang populer di Selandia Baru dan kota New Plymouth di pantai barat termasuk di antara bandara yang menghadapi pengurangan layanan dalam beberapa minggu mendatang.
Ravishankar mencatat bahwa lebih sedikit penerbangan jarak jauh yang akan terpengaruh, karena rute AS maskapai tersebut semakin populer sebagai tempat transit untuk perjalanan ke Eropa sejak penutupan wilayah udara Timur Tengah yang meluas.
"Orang-orang masih ingin pergi ke Eropa, dan melalui wilayah udara AS kita dapat membawa mereka ke Eropa, dan itulah yang menjadi fokus kami," katanya.
Saham Air New Zealand mengalami penurunan 1 persen pada hari Kamis, mencerminkan penurunan yang dialami oleh Cathay Pacific Hong Kong, Qantas Airways, dan Japan Airlines.
Cathay Pacific juga baru saja menyesuaikan harga tiket dengan biaya tambahan bahan bakar. Maskapai itu mengumumkan bahwa semua rute akan terpengaruh mulai 18 Maret, karena harga bahan bakar jet telah berlipat ganda sejak awal bulan.
Cathay Pacific telah membatalkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga Maret, dan sebagai gantinya menambahkan layanan ke London dan Zurich untuk memenuhi permintaan penerbangan Asia-Eropa yang melewati Timur Tengah.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali