Cerita Turis Terjebak di Dubai, Harus Bayar Hotel Rp 271 Juta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cerita Turis Terjebak di Dubai, Harus Bayar Hotel Rp 271 Juta

Bonauli - detikTravel
Jumat, 13 Mar 2026 22:30 WIB
Bandara Dubai
Ilustrasi (Getty Images/Mirjam Claus)
Dubai -

Kisah tentang turis yang terjebak di Timur Tengah terus bermunculan. Seorang turis dari Inggris mengaku pusing karena biaya akomodasi tembus ratusan juta.

Andrea Pendrey dan pasangannya adalah satu dari banyak turis yang terjebak di Dubai karena penerbangan transit. Pendrey mengaku baru saja menghabiskan bulan madu di Maladewa sebelum tiba di Uni Emirate Arab (UEA).

Berbicara dengan BBC, Pendrey memiliki jadwal kemoterapi untuk kanker payudaranya. Pasangan itu terbang dari Maladewa pada Minggu (1/3) ke Dubai. Namun, di situlah perang pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka hanya bisa pasrah saat penerbangan dibatalkan.

"Emirates hanya memberi tahu kami bahwa kami perlu mencari kamar, dengan biaya sendiri, dan bandara semakin penuh dengan orang," kata Andrea.

ADVERTISEMENT

Mau tak mau, mereka harus keluar dari bandara. Hampir semua hotel, penuh, pilihan mereka hanyalah resor-resor mewah. Sekali lagi, mereka dipaksa oleh keadaan dan merogoh kocek untuk biaya tak terduga.

"Kami memperkirakan kami akan mengeluarkan tambahan £12.000 (Rp 271 jutaan) pada saat kami check-out," kata Andrea.

Dunia Andrea sebenarnya tidak baik-baik saja. Selain sakit, dirinya harus tetap tabah saat pasangannya kehilangan pekerjaan. Tepat sebelum mereka berlibur.

"Uang itu membuatku stres. Kami terpaksa menggunakan kartu kredit," jawabnya.

Kini ia harus menjadwalkan ulang kemoterapinya.

"Aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya. Aku harus pulang untuk kemoterapi. Berada di sini tidak membantu," katanya.

Pasangan itu menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari selama hampir seminggu mencoba memesan ulang penerbangan yang dijadwal ulang, tetapi tanpa hasil.

Perusahaan asuransi Andrea akhirnya mengklasifikasikannya sebagai keadaan darurat medis dan mereka dijadwalkan terbang kembali ke Inggris melalui Frankfurt pada hari Senin.

"Meskipun tempat ini seperti surga, kami menangis dan merasa sangat sedih," katanya.

Selain Andrea, ada Debbie dan Ardon Rainbird yang terjebak di Doha, Qatar, usai liburan dari Sri Lanka. Pasangan pensiunan itu seharusnya terbang pulang pada hari Selasa, 3 Maret melalui ibu kota Qatar, Doha. Penerbangan mereka dibatalkan ketika konflik dimulai.

"Pada akhirnya kami tinggal selama sebulan padahal seharusnya hanya dua minggu," kata Debbie yang berusia 63 tahun.

Pasangan ini terjebak bersama dengan kelompok turnya. Mereka mendapat akomodasi di hotel sederhana dengan harga 160 USD (Rp 2 jutaan) per malam.

Harga itu sudah termasuk makan malam, tempat tidur, sarapan dan loundry mandiri. Debbie berkata ada 20 orang dalam tur yang sama.

"Sedikit dari kami yang dapat mengetahui apakah kami diasuransikan dan hanya menerima balasan otomatis untuk setiap pertanyaan. Kami semua merindukan orang-orang terkasih dan ingin pulang," kata Debbie.

Debbie tertular infeksi saluran pernapasan dan harus membayar biaya dokter, sementara beberapa wisatawan lanjut usia harus membeli obat ketika persediaan mereka habis.

Operator tur mereka, Distant Journeys, kini telah mengamankan penerbangan charter yang berangkat pada Minggu malam.

"Penerbangan belum dikonfirmasi dan kami tidak tahu waktunya, tetapi kami berharap semuanya berjalan lancar," katanya.




(bnl/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads