Konflik di Timur Tengah berdampak signifikan pada industri pariwisata di Belanda. Sejumlah agen perjalanan melaporkan penurunan pemesanan liburan musim panas ke destinasi di Asia, kini tujuan wisata di Eropa justru semakin diminati.
Warga Belanda kini lebih memilih berlibur ke negara-negara yang lebih dekat. Yunani, Portugal, dan Spanyol menjadi tujuan yang paling banyak dipesan untuk liburan musim panas.
"Sepertinya ada perasaan lebih baik tinggal sedikit lebih dekat dengan rumah," kata Martine Langerak dari Sunweb dilansir dari NLD Times, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, destinasi populer seperti Mallorca dan Ibiza bahkan cepat terisi saat musim puncak.
"Jika Anda mencari sesuatu di Mallorca atau Ibiza untuk musim puncak dan memiliki daftar persyaratan yang panjang untuk hotel atau apartemen Anda, Anda benar-benar perlu bertindak cepat," Langerak menambahkan.
Sementara itu, wisatawan yang tetap ingin melakukan perjalanan jarak jauh kini cenderung memilih destinasi di kawasan barat. Petra Kok dari TUI mengatakan minat wisatawan mulai bergeser dari Asia ke kawasan Karibia dan Amerika.
"Negara-negara di timur seperti Thailand dan Indonesia, sebenarnya kembali meningkat popularitasnya, tetapi sekarang ada pergeseran. Destinasi seperti Cancun di Meksiko, Republik Dominika, dan Kepulauan ABC (Aruba, Bonaire, Curacao) jauh lebih populer sekarang. Curacao sangat populer," kata Kok.
Di sisi lain, beberapa destinasi yang berada lebih dekat dengan kawasan konflik mengalami penurunan permintaan. Selain faktor kedekatan dengan wilayah konflik, penurunan minat ke Asia juga dipengaruhi rute penerbangan yang banyak transit di Timur Tengah.
Meski tidak ada peringatan perjalanan resmi untuk destinasi tersebut, sebagian wisatawan tetap merasa khawatir.
"Tidak ada peringatan perjalanan negatif untuk tempat-tempat ini, tetapi tempat-tempat tersebut mungkin masih terlalu dekat dengan konflik bagi masyarakat," kata Kok.
Frank Radstake dari ANVR, organisasi payung agen perjalanan di Belanda, mengatakan dampaknya juga terasa di negara yang tidak berbatasan langsung dengan Iran.
"Dan itu tidak hanya berlaku untuk negara-negara yang berbatasan dengan Iran, tetapi juga untuk tempat-tempat yang agak lebih jauh seperti Mesir, Turki, dan Siprus," kata Radstake.
Akibat turunnya permintaan, harga paket wisata ke sejumlah destinasi itu ikut merosot. Sunweb, misalnya, menawarkan paket liburan delapan hari di resor all-inclusive bintang empat di Hurghada, Mesir, seharga 495 euro atau kira-kira Rp 9,8 juta.
Agen perjalanan juga mencatat meningkatnya minat terhadap paket wisata sejak konflik terjadi. Banyak wisatawan menilai paket perjalanan memberi rasa aman lebih besar.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026