Menginap di hotel bukan hanya soal menikmati fasilitas dan layanan, tetapi juga tentang menjaga etika sebagai tamu. Dengan sikap yang tepat, pengalaman menginap bisa terasa lebih nyaman baik bagi diri sendiri, staf hotel, maupun tamu lainnya.
Melansir Travel+Leisure, Sabtu (14/3/2026), dengan etika yang tepat, pengalaman menginap bisa lebih menyenangkan bagi diri sendiri maupun tamu lain. Misalnya, menjaga kebersihan kamar, menghargai ketentuan hotel, serta bersikap sopan saat berinteraksi dengan staf maupun tamu lain.
Selain itu, menjadi tamu yang baik juga berarti bijak dalam menggunakan fasilitas hotel, menghargai ketenangan orang lain, dan meninggalkan kesan positif bagi pengelola hotel. Sikap sederhana itu tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga membuat pengalaman menginap lebih berkesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah petugas kebersihan dari hotel-hotel ternama membagi sejumlah pengalaman sekaligus tips sederhana buat traveler agar bisa men yang dapat diterapkan oleh tamu hotel untuk membantu layanan kebersihan agar lebih efisien.
Berikut tips menjadi tamu hotel yang baik untuk membantu proses kebersihan:
1. Gantung Handuk Basah
Salah satu langkah sederhana untuk membantu petugas kebersihan di hotel adalah menggantung barang-barang basah pada tempatnya, misalnya handuk dan baju renang. Seorang petugas tata graha, Ploypailin Funnimit, mengatakan bahwa tindakan kecil itu akan sangat membantu kelancaran operasional hotel.
Menurutnya, salah satu sikap tamu yang paling dihargai adalah ketika mereka mengumpulkan pakaian pantai, baju renang, atau handuk basah, lalu menggantungnya di fasilitas yang telah disediakan seperti di kamar mandi, balkon, maupun area taman pribadi.
Dengan menggantung barang basah, tamu membantu mencegah penyebaran kelembaban di dalam kamar. Kelembaban berlebih bisa menyebabkan bau tidak sedap, mempercepat pertumbuhan jamur, serta membuat proses pembersihan menjadi lebih rumit.
Selain itu, handuk atau pakaian yang diletakkan sembarangan di atas tempat tidur atau sofa berpotensi merusak tekstil dan memperpanjang waktu perawatan kamar.
2. Rapikan Barang Pribadi
Tim housekeeping dari The Curtis mengungkapkan bahwa petugas kebersihan akan sangat menghargai jika tamu tidak meletakkan barang-barang pribadi di atas meja rias atau meja kerja.
Jika area tersebut bebas dari barang pribadi, maka dapat memudahkan staf untuk membersihkan debu, mensterilkan area, serta mengisi ulang perlengkapan kamar tanpa harus memindahkan barang satu per satu.
Selain mempercepat proses, hal ini juga mengurangi risiko barang tamu tertinggal atau tidak sengaja tersenggol saat pembersihan berlangsung.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Mia Pirello, manajer tata graha di The Harpeth Hotel. Dia menjelaskan bahwa tamu dapat membantu tim bekerja lebih efisien dengan mengumpulkan gelas bekas, botol kosong, atau sampah lainnya dan meletakkannya di tempat sampah atau dengan rapi di dekat pintu.
Ketika sampah sudah terkumpul di satu area, staf tidak perlu memeriksa setiap sudut ruangan untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Proses menjadi lebih cepat, namun tetap detail.
Selain itu, menumpuk handuk bekas di lantai kamar mandi atau di dalam bak mandi dianggap sebagai sinyal bahwa handuk tersebut siap dicuci. Tamu disarankan menaruh linen atau handuk bekas di satu area saja, bukan tersebar di berbagai sudut kamar.
3. Pembersihan Kamar Sudah Terjadwal, Diskusikan dengan Petugas
Di hotel-hotel besar maupun properti kelas atas, pembersihan kamar tidak dilakukan secara acak. Semua sudah diatur dalam jadwal yang rapi dan terstruktur.
Menurut Ploypailin Funnimit, supervisor housekeeping di Twinpalms Surin Beach Phuket, banyak tamu tidak menyadari bahwa setiap kamar memiliki waktu pembersihan terjadwal. Sistem itu dibuat agar seluruh kamar dapat dibersihkan secara efisien tanpa mengurangi standar kualitas.
"Para tamu sering kali tidak menyadari bahwa kamar dibersihkan dalam urutan waktu yang telah diatur dengan cermat. Jika tamu membutuhkan privasi, beri tahu kami waktu yang diinginkan, sehingga membantu tim untuk merencanakan pembersihan kamar secara efisien," kata dia.
Oleh karena itu, Funnimit menyarankan agar tamu untuk mendiskusikan jadwal mereka kepada petugas hotel, sehingga jadwal pembersihan kamar dapat diatur dan ditetapkan sesuai keinginan para tamu.
Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan label "Do Not Disturb" atau "Jangan Ganggu" yang digantung di pintu kamar. Label ini menjadi sinyal kepada staf untuk tidak masuk.
4. Apresiasi Staf dengan Tip dan Catatan Terima Kasih
Ucapan terima kasih yang sederhana ternyata memiliki arti yang sangat besar bagi staf hotel. Funnimit mengungkapkan bahwa timnya selalu merasa dihargai ketika tamu meninggalkan catatan singkat berisi ucapan terima kasih di meja samping tempat tidur.
"Tim kami sangat senang ketika tamu meninggalkan catatan terima kasih singkat atau kata-kata baik di alas meja samping tempat tidur, itu sangat memotivasi," ujarnya.
Dalam industri perhotelan mewah, apresiasi yang tulus bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penyemangat bagi staf yang bekerja di balik layar memastikan setiap kamar tetap bersih dan nyaman.
Bahkan, staf The Curtis mengatakan bahwa jika tamu meninggalkan catatan lucu, coretan kecil, atau bahkan lelucon di bungkus permen, petugas housekeeping akan membalasnya. Tradisi kecil ini menjaga suasana tetap hangat dan menyenangkan.
Meninggalkan tip kepada staf hotel juga menjadi cara nyata untuk menunjukkan penghargaan. Tim The Curtis menyebutkan bahwa bahkan beberapa dolar per hari sudah sangat berarti bagi staf yang menjaga kamar tetap rapi dan higienis.
Tak kalah penting, tip sebaiknya diberikan setiap hari, bukan hanya di hari terakhir menginap. Hal ini karena penugasan staf bisa berubah-ubah, sehingga orang yang membersihkan kamar juga akan berbeda.
Simak Video "Bersantai di Kolam Air Panas yang Menyegarkan di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik] (fem/fem)











































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam