Gambaran industri kreatif di masa depan sudah terlihat sejak sekarang. Para pelaku industri ini harus adaptif dan berani menyongsong perubahan.
Di zaman serba digital seperti sekarang, berkarya di industri kreatif menjadi salah satu peluang yang mendatangkan cuan. Tapi, perlu strategi khusus agar bisa menjadi cemerlang di industri ini.
Menurut mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno model bisnis yang akan survive dan berkembang di masa depan tidak hanya bertumpu pada sektor fundamental, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi kreatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga menekankan dunia usaha saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, berani berkolaborasi, serta terus menghadirkan inovasi di tengah perubahan ekonomi global.
"Inilah wajah masa depan ekonomi kita: adaptif, berani bersinergi, dan sukses mengawinkan industri fundamental dengan kreativitas digital," ujar Sandiaga seperti dikutip, Minggu (15/3/2026).
Dalam pandangan Sandiaga, kolaborasi antara industri dan kreator digital dapat membuka peluang ekonomi baru di masa depan, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha nasional di era ekonomi digital.
"Ekonomi kreatif, terutama konten digital, memiliki potensi besar karena pertumbuhannya cepat dan pasarnya luas," ujar Sandiaga saat acara buka bersama dengan Bloom Group.
Sebagai pengusaha kawakan, Sandiaga menilai kombinasi antara sektor industri tradisional dengan sektor ekonomi kreatif seperti yang dilakukan Bloom Group dapat menjadi salah satu kunci dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Bloom Group dikenal memiliki empat lini bisnis yang saling terhubung dan menopang pertumbuhan perusahaan. Di sektor energi, Bloom Energy berfokus pada aktivitas trading batu bara. Sementara PRAU berperan sebagai intermediate stockpile yang mendukung kelancaran manajemen stok batu bara dalam rantai pasok energi.
Di bidang logistik, Bloom X hadir sebagai penyedia jasa transportasi berat yang mendukung distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu. Sedangkan di sektor kreatif, Bloom Media menjadi unit usaha yang bergerak dalam produksi konten digital, pengembangan kreator, serta pengelolaan media digital di berbagai platform.
"Kita melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa adaptif. Di satu sisi kuat di sektor fundamental seperti energi dan logistik, tapi di sisi lain juga sangat paham pentingnya konten melalui Bloom Media," ujar Andrew Chu, CEO Bloom Group.
Sandiaga pun menekankan kembali pentingnya inovasi dan daya saing pelaku usaha nasional di tengah tantangan ekonomi global.
"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis. Kehadiran Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi fluktuasi pasar" ujar Hatta, Direktur Keuangan Bloom group.










































