Menghadapi imbas konflik AS-Iran, Menhub Malaysia mengatakan kemungkinan penangguhan penerbangan jika bahan bakar naik signifikan karena perang.
Dilansir dari Straits Times, Minggu (15/3/2026) Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke telah bertemu dengan manajemen maskapai penerbangan negara, operator bandara, pemasok bahan bakar jet, dan otoritas penerbangan untuk mengoordinasikan respons mereka terhadap perang AS-Israel dengan Iran. Maskapai penerbangan juga akan berbagi data dengan otoritas penerbangan Malaysia untuk penilaian risiko yang lebih komprehensif.
"Semua pihak juga sepakat untuk bertemu setiap minggu karena krisis ini tetap bergejolak dan membutuhkan tindakan cepat jika terjadi perkembangan baru," tulis Loke dalam postingan Facebooknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kementerian Perhubungan (MOT) juga mencatat tantangan yang dihadapi maskapai penerbangan. Dengan biaya bahan bakar yang mencapai hampir setengah dari biaya operasional, maskapai penerbangan mungkin harus menangguhkan operasi penerbangan tertentu jika biaya bahan bakar terus meningkat," tambahnya.
Dikutip dari TRT World, pasar minyak global sangat fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran tentang gangguan pasokan menyusul eskalasi konflik Iran. Patokan internasional minyak mentah Brent telah melonjak mendekati level $100 per barel karena para pedagang menilai potensi dampak ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran utama untuk sekitar seperlima pasokan minyak global.
Kenaikan tajam harga minyak mentah juga mendorong biaya bahan bakar penerbangan lebih tinggi, meningkatkan tekanan pada maskapai penerbangan yang profitabilitasnya sangat sensitif terhadap biaya bahan bakar.
Sebelumnya, Air New Zealand juga mengumumkan pengurangan signifikan dalam jadwal penerbangannya. Menurut keterangan maskapai itu, harga bahan bakar jet naik tajam dan berdampak panjang kepada harga tiket yang akan dijual kepada penumpang.
Lonjakan harga tiket telah dilakukan Qantas Airways Australia, SAS Skandinavia, dan Thai Airways. Mereka menghubungkan kenaikan ini dengan lonjakan biaya bahan bakar yang tiba-tiba. Tak dapat dipungkiri, lonjakan harga ini juga menimbulkan guncangan di sektor penerbangan global.












































Komentar Terbanyak
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditarik ke Politik, Jokowi: Nggak Nyambung
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi