Horor Lava Menyembur Setinggi 300 Meter, Taman Nasional Langsung Ditutup

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Horor Lava Menyembur Setinggi 300 Meter, Taman Nasional Langsung Ditutup

Syanti Mustika - detikTravel
Senin, 16 Mar 2026 12:19 WIB
Horor Lava Menyembur Setinggi 300 Meter, Taman Nasional Langsung Ditutup
Ilustrasi letusan gunung berapi Hawaii (Big Island VIP via REUTERS/BIG ISLAND VIP)
Jakarta -

Layanan Cuaca Nasional Hawaii mengumumkan bahwa mereka menutup taman nasional dan jalan raya utama di sekitarnya setelah gunung berapi Hawaii menyemburkan lava setinggi 1.000 kaki (sekitar 300 meter). Mereka juga mengeluarkan peringatan hujan abu untuk warga.

Dilansir dari Independent, Senin (16/3/2026) air mancur lava ini muncul dari gunung berapi Kilauea di Hawaii pada hari Selasa (10/3). Seperti pada waktu-waktu lain, batuan cair tersebut terbatas di dalam kawah puncak Kilauea di dalam Taman Nasional Gunung Berapi Hawaii dan tidak mengancam rumah atau bangunan.

Namun semburan lava tersebut menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar dan jalan raya tempat fragmen vulkanik dan abu, yang dikenal sebagai tephra, berjatuhan. Tephra tersebut menyebabkan penutupan sementara di taman nasional di sekitar puncak dan penutupan sebagian Jalan Raya 11, rute penting di sekitar pulau, di kedua sisi taman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

[Gambas:Instagram]

Tephra vulkanik dapat mengiritasi mata, kulit, dan sistem pernapasan dan juga dapat menyumbat dan menyebabkan masalah lain pada sistem pengumpulan air.

Kilauea, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia yang berada di Pulau Besar Hawaii, telah memukau penduduk dan wisatawan dengan letusan yang terjadi secara berkala, yang secara periodik menyemburkan air mancur lava ke langit. Semburan pada hari Selasa menandai episode ke-43 sejak aktivitas saat ini dimulai pada Desember 2024.

Para pejabat Kabupaten Hawaii juga membuka tempat penampungan di gimnasium distrik untuk penduduk dan wisatawan yang terdampak oleh penutupan jalan atau jatuhnya tephra. Namun sejauh ini, Tom Callis, juru bicara kabupaten, melaporkan tidak ada orang yang menggunakan tempat penampungan tersebut.




(sym/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads