Keluhan jalan rusak saat mudik Lebaran gaduh di media sosial. Pemerintah memastikan penanganan dan perbaikan infrastruktur terus dilakukan secara bertahap.
Keluhan masyarakat terkait kondisi perjalanan mudik Lebaran masih ramai beredar di media sosial. Berbagai persoalan seperti kemacetan, jalan berlubang, minimnya penerangan jalan, hingga keberadaan truk besar di jalur mudik menjadi sorotan publik dan dinilai mengganggu kenyamanan perjalanan.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui sejumlah kementerian terkait menyatakan terus melakukan upaya perbaikan secara bertahap. Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur, Odo Manuhutu, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah penanganan kendaraan overdimension dan overloading (ODOL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, persoalan tersebut bersifat kompleks dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Pemerintah menargetkan penanganan masalah ODOL dapat dituntaskan secara bertahap hingga Januari 2027.
"Pemerintah saat ini terus berupaya mengatasi kemacetan, termasuk penanganan kendaraan overdimension dan overloading (ODOL). Namun, karena sifatnya yang kompleks, penanganan ini ditargetkan baru bisa dituntaskan pada Januari 2027," ujar Odo Manuhutu, dalam sebuah konferensi pers, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, Kementerian Koordinator Infrastruktur bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum juga telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan di berbagai wilayah. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung kelancaran arus mudik.
"Dan juga kita bersama-sama Kemenhub dan PU telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan. Bisa dilihat dalam dua hingga tiga tahun terakhir, tren perjalanan mudik dari hari ke hari semakin baik. Baik dari sisi penanganan kesejahteraan maupun kenyamanan," kata Odo.
Sementara itu, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi Hartono, turut menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa Kemenhub telah melakukan pengawasan di sejumlah ruas jalan dan tol untuk memastikan kelancaran perjalanan selama periode mudik.
"Menhub sendiri sudah melakukan pengawasan ya, monitoring ke sejumlah ruas jalan dan ruas tol. Tim sudah melakukan pengawasan, tentunya kami harus bisa memastikan semua pergerakan moda transportasi darat, udara, laut, dan kereta api, bisa berjalan dengan lancar," ujar Agustinus.
Pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi jalan, penerangan, hingga pergerakan kendaraan besar seperti truk. Pemerintah berupaya memastikan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api, dapat beroperasi dengan aman dan lancar.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk bagi para pengemudi truk. Pengemudi kendaraan berat diminta untuk tidak melintasi ruas jalan tertentu yang telah dibatasi selama periode mudik, guna mengurangi potensi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan lainnya.
"Oleh karena itu, kami meminta masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk bisa bekerja sama. Bagi pengguna truk bisa mematuhi peraturan yang sudah berlaku. Jangan melewati sejumlah ruas jalan yang sudah ditentukan," dia menambahkan.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi