Jelajah Jakarta Selatan, Wisata Religi di 3 Masjid Kemang-Cipete

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jelajah Jakarta Selatan, Wisata Religi di 3 Masjid Kemang-Cipete

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Selasa, 17 Mar 2026 20:17 WIB
Masjid Al Karomah di Cipete
Masjid Al Karomah di Cipete, Jaksel (Nyimas Amrina Rosada)
Jakarta -

Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan menggelar walking tour bertema Jelajah Ramadan di Selatan dengan mengunjungi tiga masjid unik yang memiliki nilai budaya dan keberagaman.

Dalam upaya memperkenalkan destinasi wisata lokal, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan walking tour bertajuk "Jelajah Ramadan di Selatan" pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye pariwisata untuk memperkenalkan kota Jakarta sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dari Pemprov Jakarta Selatan berusaha mengeksplor Jakarta dengan tema Jelajah Ramadan di Selatan dengan melihat bagian mana saja yang belum kita publikasikan kepada masyarakat. Karena kami punya tujuan untuk menambah jumlah wisatawan terus menerus untuk datang ke Jakarta pada umumnya dan untuk Jakarta Selatan, khususnya," Kata Anita Novianti, sudin Parekraf Kota Jakarta Selatan, dalam kegiatan walking tour.

Walking tour itu diikuti oleh lebih dari 20 peserta yang diajak menyusuri sejumlah titik wisata religi di Jakarta Selatan. Dalam pelaksanaannya, Disparekraf bekerja sama dengan komunitas Sana Kenal Kota yang berperan sebagai pemandu wisata selama perjalanan berlangsung.

ADVERTISEMENT

Melalui tur tersebut, peserta diajak mengunjungi tiga masjid yang memiliki nilai budaya, arsitektur, serta kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

"Kegiatan hari ini bukan untuk melihat sejarahnya saja, tapi akan melihat dari sisi arsitektur dan bagaimana objek-objek ini berkaitan dengan perkembangan kota Jakarta," kata Abimantra Pradhana, pemandu wisata dari Sana Kenal Kota sekaligus co-founded dari AGo architects.

Dia menyebut rombongan akan singgah di tiga masjid yang berbeda. "Dari ketiga masjid ini, kita bisa melihat bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga rumah Tuhan dan rumahnya umat," kata Abimantra.

Pemberhentian pertama adalah Masjid Jami Al Huriyyah yang berada tepat di depan Stasiun Pasar Minggu Baru. Letaknya yang langsung menghadap ke stasiun menjadikan masjid ini memiliki pemandangan yang tidak biasa.

Masjid Jami Al Huriyyah di Pasar Minggu, JakselMasjid Jami Al Huriyyah di Pasar Minggu, Jaksel (Nyimas Amrina Rosada/detikcom)

Dari halaman masjid, pengunjung dapat melihat aktivitas kereta yang datang dan pergi, menciptakan suasana unik yang jarang ditemukan di masjid lain.

"Lokasi masjid ini sangat unik, karena setiap hari akan dilewati kereta api. Nah Stasiun sebagai lokasi transit menghimpun banyak sekali kegiatan interaksi manusia yang memunculkan banyak sekali kegiatan yang tidak disangka-sangka, seperti pasar kaget atau bazar Ramadan," kata pria yang akrab disapa Abi itu.

Selain itu, kawasan di sekitar masjid sering dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seperti pasar kaget maupun bazar Ramadan. Aktivitas tersebut menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat yang mempererat hubungan antarwarga.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Masjid Al Kautsar LPPI Kemang yang berada di kawasan Kampus Bumi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Kemang.

Masjid Al Kautsar di KemangRombongan singgah di Masjid Al Kautsar di Kemang (Nyimas Amrina Rosada/detikcom)

Masjid ini dikenal memiliki desain arsitektur yang unik karena dirancang oleh arsitek ternama dengan konsep menyatu dengan alam.

Bangunan masjid berada di tengah kawasan hutan kota di dalam wilayah kampus, sehingga menghadirkan suasana sejuk dan asri bagi para pengunjung. Kubah masjid yang ikonik juga menjadi salah satu ciri khas yang membuatnya berbeda dari masjid lain di Jakarta.

"Masjid ini didirikan pada tahun 1983 dengan didanai oleh Bank Indonesia. Didesain oleh arsitektur kondang yaitu Zainudin Kartadiwirya. Menariknya masjid ini berada di kawasan hutan kota, yang nggak disangka bahwa di tengah Kemang yang notabennya susah menemukan hutan kota, malah ada di dalam kawasan LPPI," ujar Abi.

Pemberhentian terakhir adalah Masjid Al Karomah Cipete. Masjid ini tidak hanya menarik dari sisi desain yang ramah lingkungan, tetapi juga dari lingkungan sosial di sekitarnya yang mencerminkan keberagaman.

Masjid Al Karomah di CipeteMasjid Al Karomah di Cipete (Nyimas Amrina Rosada)

Di sekitar kawasan masjid terdapat berbagai institusi dari latar belakang berbeda, seperti Gereja HKBP serta French School Jakarta. Keberadaan berbagai tempat tersebut menciptakan ruang hidup yang harmonis dan menunjukkan bagaimana keberagaman dapat berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang menarik dari masjid ini adalah keberagamannya. Di bagian depan jalan ada Gereja HKBP Cipete, dan di sini, seberang jalannya ada masjid ini yaitu Masjid Al Kautsar. Jalan terus ada levant dan terakhir ada sekolah Prancis, Lycee Francais de Jakarta. Kawasan ini unik karena keberagaman yang ada," kata Abi.

Melalui kegiatan walking tour ini, Disparekraf Jakarta Selatan berharap masyarakat semakin mengenal potensi wisata yang ada di wilayahnya. Program tur wisata ini juga direncanakan akan berlangsung dalam tiga periode sepanjang tahun.

"Walking tour ini direncanakan akan diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu bulan Maret saat ini, dilanjutkan di bulan Juni bertepatan dengan Hut DKI Jakarta dan bulan September atau Oktober bertepatan dengan Hut Pariwisata," kata Anita.

Program ini diharapkan dapat menjadi cara baru untuk menikmati wisata kota sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Jakarta Selatan kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Blok M Oh...Blok M, Kenapa Kamu Kerap Dikunjungi Gen Z?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Travel Highlights
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikTravel
Masjid Bersejarah, Unik, dan Estetik
Masjid Bersejarah, Unik, dan Estetik
17 Konten
Indonesia memiliki puluhan ribu masjid dengan keistimewaan dan keunikannya, juga sejarah dan arsitekturnya. Masjid-masjid itu tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi sekaligus jadi destinasi wisata.
Artikel Selanjutnya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads