Eksodus Turis dari Dubai! Konflik Bikin Dubai Jadi Seperti Kota Hantu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Eksodus Turis dari Dubai! Konflik Bikin Dubai Jadi Seperti Kota Hantu

Bonauli - detikTravel
Rabu, 18 Mar 2026 07:00 WIB
Dubai yang kini sepi
Foto: (Altaf Qadri/AP)
Dubai -

Di musim puncak pariwisata ini, Dubai mengalami kemunduran. Dubai yang biasanya ramai, kini semua destinasinya sunyi.

Gerombolan turis yang biasanya ditemukan di tempat-tempat seperti pasar tepi laut Al Seef di sepanjang Dubai Creek dan pantai-pantai di dekat hotel-hotel mewah seperti Burj Al Arab telah berkurang secara signifikan, seperti dikutip dari Independent UK, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan ribu penduduk dan wisatawan telah meninggalkan UEA sejak AS dan Israel mulai membombardir Iran dua minggu lalu, meninggalkan bar pantai, pusat perbelanjaan, dan hotel yang tampak sepi.

Kemerosotan ini merupakan konsekuensi langsung dari dampak konflik Iran, yang telah mengganggu perjalanan udara di seluruh Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan lokasi-lokasi di Uni Emirat Arab telah mencoreng reputasi Uni Emirat Arab sebagai salah satu destinasi teraman di kawasan ini.

Kini Dubai merasakan dampak yang sangat besar. Pasar-pasar terlihat hampir kosong, teras restoran yang sepi, dan pantai-pantai yang tampak tak tersentuh. Sektor pariwisata Dubai sedang berjuang mengatasi dampak riak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Inggris telah memperingatkan agar menghindari semua perjalanan kecuali perjalanan penting menuju Uni Emirat Arab.

"Jika kehadiran Anda di UEA tidak penting, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk pergi, jika Anda menilai dapat mengakses opsi ini dengan aman," kata Kementerian Luar Negeri.

Terdapat sejumlah penerbangan komersial terbatas dari Uni Emirat Arab yang disediakan untuk turis. Kebanyakan maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan ke dan dari Timur Tengah di tengah krisis yang semakin meningkat.

Menurut Kementerian Pertahanan, sistem pertahanan udara Dubai telah berhasil menghalau lebih dari 260 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.514 drone.

Hingga 10 Maret, sistem pertahanan UEA telah mencegat lebih dari 90 persen dari semua proyektil. Namun, beberapa di antaranya tetap berhasil mengenai sasaran di kota terpadat di negara itu.

UEA telah menanggung beban lebih dari dua pertiga serangan Iran, karena kemitraan militer dan intelijennya yang mendalam dengan kekuatan Barat, dan reputasi Dubai sebagai pusat favorit untuk keuangan global dan liburan Barat.

"Keindahan kota ini benar-benar telah hilang," kata John Trudinger, seorang warga Inggris yang telah tinggal di Dubai selama 16 tahun.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka sangat trauma dan benar-benar kesulitan untuk mengatasi perang yang tiba-tiba di Dubai. Turis-turis kini telah pergi dan berencana untuk tidak akan kembali sampai situasi tenang.

Tidak seperti kawasan Timur Tengah lainnya, Dubai tidak memiliki sumber daya minyak yang melimpah untuk diandalkan. Para analis mengatakan kerugian finansial akan sangat besar jika perang berlanjut dan reputasi kota sebagai tempat perlindungan bagi pariwisata dan kepercayaan Barat dalam bisnis, perbankan, dan investasi real estat terus terkikis.

Pada hari Rabu, Citibank dan Standard Chartered mengevakuasi karyawan mereka di Dubai karena meningkatnya kekhawatiran keamanan. "Dubai sudah mengalami kerugian yang signifikan," kata Khaled Almezaini, seorang profesor di Universitas Zayed UEA dan salah satu penulis buku An Introduction to Gulf Politics.

"Sejauh ini masih bisa ditolerir oleh perekonomian UEA, tetapi jika ini berlanjut selama 10 atau 20 hari lagi, dampaknya terhadap pariwisata, penerbangan, bisnis ekspatriat, dan minyak akan sangat berat," lanjutnya.

Pemerintah Dubai telah melakukan upaya nyata untuk mengendalikan narasi dan mempertahankan citra tenang dan aman. Setelah serangkaian unggahan panik di media sosial, kepolisian Dubai mengancam akan menangkap dan memenjarakan para influencer media sosial yang membagikan konten yang bertentangan dengan pengumuman resmi atau yang dapat menyebabkan kepanikan sosial.

Pesan-pesan ceria dari para pejabat meyakinkan masyarakat bahwa ledakan besar di langit adalah suara keamanan.



(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads