Jembatan jembatan Suramadu yang menjadi ikon penghubung Surabaya dan Madura kembali menjadi sorotan. Sebanyak 480 kilogram besi pelindung tiang pancang berhasil diamankan polisi dari tangan komplotan nelayan pencuri.
Komplotan itu ditangkap dalam serangkaian operasi pengintaian oleh Satpolairud Polres Bangkalan terhadap aktivitas mencurigakan di bawah jembatan tersebut.
"Masyarakat melaporkan aktivitas perahu nelayan sekitar jam 3 dini hari di bawah Jembatan Suramadu," kata Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama, Minggu (15/3/2026) dilansir detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi itu sampai ke telinga DPRD Jatim. Nurul Huda, anggota DPRD Jatim asal Dapil XIV (Madura), menyoroti pengawasan di sekitar Jembatan Suramadu. Dia berpendapat jembatan Suramadu harus diawasi secara serius dan dijaga selama 24 jam.
"Ya saya minta agar pengawasan di Jembatan Suramadu lebih diperketat. Karena ini sangat membahayakan," kata Huda kepada detikJatim, Rabu (18/3).
Nelayan pencuri besi jembatan Suramadu yang ditangkap. (Dok. Istimewa) |
Politikus yang akrab disapa Ra Huda ini meminta aparat penegak hukum melakukan pengawasan secara berkala. Sebab, ia tidak ingin bagian-bagian penting penunjang Jembatan Suramadu hilang ataupun rusak akibat kurangnya monitoring.
"Saya kira perlu dijaga dan diawasi secara berkala kalau perlu dipantau 24 jam agar keamanan Jembatan Suramadu ini terjaga," kata dia.
Anggota Komisi D DPRD Jatim ini mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian besi pelindung tiang pancang di Jembatan Suramadu.
"Kami memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang sigap dalam mengungkap peristiwa pencurian bor di bawah Suramadu yang dilakukan sejumlah oknum yang mengaku nelayan," kata dia.
"Saya juga mendorong adanya peningkatan pengawasan di kawasan Jembatan Suramadu guna mencegah peristiwa tersebut tidak terulang kembali," ujar dia.
Tentang Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Kota Surabaya di Pulau Jawa dengan Pulau Madura (Kabupaten Bangkalan). Jembatan itu memiliki panjang sekitar 5,4 kilometer dan diresmikan pada 2009.
Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge) yang menggunakan konstruksi kabel pancang (cable-stayed). Fungsi utama jembatan itu adalah memperlancar transportasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka akses wilayah Madura agar lebih berkembang.
Selain sebagai infrastruktur vital, jembatan Suramadu juga menjadi salah satu ikon wisata di Jawa Timur, terutama karena pemandangan lautnya yang indah dan pencahayaan lampu di malam hari.











































