Iran Batasi Selat Hormuz, Hanya Kapal Negara Sekutu yang Boleh Melintas

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Iran Batasi Selat Hormuz, Hanya Kapal Negara Sekutu yang Boleh Melintas

CNN Indonesia - detikTravel
Kamis, 19 Mar 2026 15:15 WIB
Tankers sail in the Gulf, near the Strait of Hormuz, as seen from northern Ras al-Khaimah, near the border with Omans Musandam governance, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in United Arab Emirates, March 11, 2026. REUTERS/Stringer/File Pho
Kapal tanker melintas Selat Hormuz (Stringer/File Photo/Reuters)
Jakarta -

Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz dengan hanya mengizinkan kapal dari negara sekutu untuk melintas di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026. Berikut daftarnya.

Kebijakan itu membuat jalur pelayaran strategis tersebut praktis tertutup bagi banyak negara, meski sejumlah kapal tercatat masih bisa keluar melalui perairan Iran pada 15-16 Maret 2026, berdasarkan analisis perusahaan intelijen maritim Windward.

"Rute baru ini menggambarkan bagaimana blokade selektif Iran telah berkembang untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya untuk transit," demikian yang tertulis dalam laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selat HormuzSelat Hormuz (Getty Images/Eva Sanabria)

Melansir Aljazeera, Kamis (19/3/2026), sejumlah negara dilaporkan mendapat izin khusus untuk melintas di jalur vital tersebut.

ADVERTISEMENT

1. Pakistan

Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal jenis Aframax itu keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.

2. India

Iran juga memberikan izin kepada kapal-kapal India. Setidaknya dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) dilaporkan berhasil melintas dan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India setelah adanya komunikasi antara kedua negara.

3. Turki

Kapal milik Turki turut mendapat izin dari otoritas Iran. Izin diberikan kepada salah satu kapal yang sebelumnya berada di dekat perairan Iran setelah melalui persetujuan langsung dari Teheran.

4. China dan negara Eropa masih bernegosiasi

Sementara itu, sejumlah negara lain dilaporkan masih melakukan negosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses serupa.

China disebut tengah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan kapal pengangkut minyak mentah dan gas dapat melintas dengan aman. Negara ini sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati Selat Hormuz.

Selain China, negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga dilaporkan mengajukan permintaan serupa kepada Iran. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah kapal-kapal dari negara tersebut telah mendapatkan izin melintas.

Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel, namun menyatakan jalur tersebut tetap terbuka secara terbatas bagi negara yang tidak berafiliasi dengan Washington.

Kebijakan itu berdampak besar terhadap perdagangan global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut.

Sejumlah analis pun menilai langkah Iran ini sebagai bentuk kontrol strategis terhadap jalur energi dunia, sekaligus alat tekanan dalam konflik yang masih berlangsung.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads