Suasana libur Lebaran di Malioboro tahun ini terasa berbeda. Tak hanya keramaian yang berkurang drastis, cerita-cerita khas tentang wisatawan yang "hilang" atau terpisah dari rombongan pun ikut menghilang, menyisakan wajah Malioboro yang lebih lengang dari biasanya.
Belum ke Jogja kalau belum ke Malioboro, kira-kira itulah yang biasanya diucapkan wisatawan saat liburan ke Kota Pelajar. Sebagai kawasan wisata dan pusat keramaian, pesona Malioboro menjadi magnet bagi wisatawan.
Namun, libur lebaran tahun ini Malioboro terasa berbeda. Malioboro tampak sepi pada Sabtu (21/3/2026), sebagai hari kedua lebaran bagi umat Islam Muhamadiyah (MU) dan lebaran pertama sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Malioboro ramai oleh pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikTravel, kawasan itu siaga menyambut pengunjung dengan membangun Pos Pengamanan (Pam), posko Jogobaran, dan tenda kesehatan di area pedetrian. Petugas sesekali memantau keluar pos, tetapi sepinya wisatawan membuat mereka tak sesibuk tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Malioboro Lengang Saat Lebaran |
Perwira Pos Pam Titik Nol, F. A Tambun, mengataka bahwa tahun ini Malioboro sepi, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Malam takbiran sejak Kamis dan Jumat jadi yang paling ramai. Pak Tambun menyaksikan bagaimana kontingen (arak-arakan takbiran) berputar di Titik Nol dan cukup banyak menarik perhatian wisatawan.
"Ramai malam takbiran, mereka nonton kontingen lewat. Setelah itu bubar, Malioboro termasuk sepi," katanya kepada detikcom pada Sabtu (21/3/2026).
Ini bukan pertama kalinya Pak Tambun menjaga pos pengamanan. Pada tahun 2023, ia bertugas di pos area Malioboro. Ia bercerita bahwa saat itu wisatawan sesak. Ia pun kerap mendapat cerita wisatawan 'hilang'.
"Ya bukan hilang dalam artinya sebenarnya, tapi terpisah dari keluarga. Kebanyakan keluarga yang terpisah dari anaknya," ujar dia.
Pos Pengamanan (Pam), posko Jogobaran, dan tenda kesehatan mudik di Malioboro. (Bonauli/detikcom) |
Saat itu kisah ini bukan satu dua kali, bisa dibilang jadi makanan saat libur lebaran. Wisatawan datang ke pos dan meminta bantuan untuk mencari anaknya yang terpisah. Petugas kemudian menyebarkan informasi melalui radio dan bergerak untuk menemukan mereka yang terpisah.
"Biasanya anak kecil, usia SD ke bawah. Mereka sebenarnya terpisah di titik yang dekat, tapi karena ramai jadi sulit ditemukan," kata dia.
Namun lebaran ini, terasa asing. Wisatawan yang mampir ke pos biasanya mereka yang tidak paham lokasi. Sekadar menanyakan tempat, seperti yang terjadi kemarin.
"Wisatawan dari Jakarta bertanya Pasar Beringharjo di mana," kata dia.
Satu regu Pos Pam berjaga selama 24 jam, jadi mereka bisa melihat waktu-waktu terbaik untuk main ke Malioboro. Sekarang, nampaknya sepanjang hari tampak jadi waktu terbaik.
"Bisa dibilang ini kaya libur biasa saja kaya akhir pekan atau libur biasa," ujar dia.
Pos Pam (Pos Pengamanan) Lebaran 2026 di Jogja disiagakan di berbagai titik strategis untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Fokus utamanya meliputi area Kota Yogyakarta (Tugu, Malioboro, Titik Nol) dan Kabupaten Sleman (termasuk Monjali dan area perbatasan) dengan layanan terpadu, fasilitas kesehatan, dan bantuan darurat bagi pemudik.
Berikut titik Pos Pam Yogyakarta:
Pos Pam Tugu Yogyakarta: Fokus pada lalu lintas area ikonik.
Pos Pam Teteg (Malioboro): Berada di area stasiun dan jalan utama Malioboro.
Pos Pam Titik Nol Kilometer: Pusat keramaian kota.
Pos Pam Stasiun Tugu: Melayani pemudik yang menggunakan moda kereta api.
Pos Pam Gembira Loka: Area wisata timur kota.











































