Berawal dari pertanian, Desa Cikaso kini dikenal lewat wisata Sawah Lope dengan fasilitas lengkap dan potensi ekonomi yang terus berkembang.
Desa Cikaso terletak di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh desa yang berhasil mengoptimalkan potensi lokalnya.
Desa ini berada di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 500 mdpl, desa ini memiliki kondisi tanah yang subur sehingga mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi pertanian di Desa Cikaso tergolong besar. Tercatat, desa ini memiliki lahan pertanian seluas 107 hektare, sementara lahan hortikultura mencapai 42,5 hektare.
Tak hanya mengandalkan sektor pertanian, Desa Cikaso juga mengembangkan potensi pariwisata berbasis alam. Salah satu destinasi unggulan yang kini dikenal adalah Sawah Lope, sebuah kawasan wisata yang mengusung konsep persawahan yang mulai dikembangkan saat pandemi Covid-19.
Fakta Desa Cikaso yang Wajib Kamu Tahu
1. Asal-usul Nama Cikaso
Melansir Jejaring Desa Wisata (Jadesta), Minggu (22/3/2026), nama Cikaso berasal dari bahasa Sunda, yakni "ci" atau "cai" yang berarti air dan "kaso" yang merujuk pada pohon kaso. Jika digabungkan, Cikaso dapat dimaknai sebagai "air yang berasal dari pohon kaso."
Penamaan ini tidak lepas dari kondisi desa yang dikenal memiliki sumber air melimpah, sehingga menjadi identitas sekaligus ciri khas wilayah tersebut.
2. Memiliki 7 Sumber Mata Air
Desa Cikaso dikenal memiliki tujuh sumber mata air yang hingga kini masih dikenal dan dipercaya masyarakat. Ketujuh mata air tersebut adalah Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan.
Selain berfungsi sebagai sumber kehidupan, keberadaan mata air ini juga berkaitan dengan cerita leluhur yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat.
3. Mayoritas Penduduk Petani
Sebagian besar masyarakat Desa Cikaso berprofesi sebagai petani. Kondisi tanah yang subur serta ketersediaan air yang melimpah menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Selain menjadi sumber ekonomi, aktivitas bertani juga dianggap sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan oleh para leluhur dan terus dijaga hingga saat ini.
4. Ikon Wisata Sawah Lope
Salah satu ikon wisata unggulan Desa Cikaso adalah kawasan Sawah Lope, yang merupakan destinasi berbasis persawahan dengan konsep alam terbuka. Kawasan ini memiliki luas sekitar 11.470 meter persegi dan berada di Blok Sudimampir, dengan latar pemandangan Gunung Ciremai yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Tidak hanya berfungsi sebagai lahan pertanian, area ini juga dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk rekreasi, olahraga, hingga tempat bersantai bagi masyarakat.
Wisata yang dikembangkan sejak Covid-19 ini dilengkapi berbagai sarana penunjang wisata, seperti saung atau gazebo untuk bersantai, pusat informasi, area kuliner, toilet, musala, hingga area parkir.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner khas desa, seperti nasi liwet dan jajanan tradisional yang dijajakan langsung oleh warga. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Nama "Lope" sendiri sempat diasosiasikan dengan kata "love" karena keindahan alamnya yang memikat. Namun, berdasarkan pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), istilah tersebut sebenarnya merupakan singkatan dari "Lokasi Persawahan."
5. Panorama Gunung Ciremai
Keindahan Desa Cikaso semakin lengkap dengan latar belakang Gunung Ciremai yang megah. Panorama ini menjadi daya tarik visual yang kuat, terutama di kawasan persawahan. Kombinasi hamparan sawah hijau dengan siluet gunung menciptakan pemandangan yang menenangkan dan sering dimanfaatkan sebagai spot foto oleh wisatawan.
6. Juara 2 Desa BRILiaN Tingkat Nasional 2023
Desa Cikaso berhasil meraih prestasi sebagai Juara 2 dalam ajang Desa BRILiaN tingkat nasional tahun 2023. Penghargaan ini menunjukkan keberhasilan desa dalam mengelola potensi lokal, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat.
Desa Cikaso mendapat apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp 750 juta untuk mengembangkan pembangunan di desa. Dana ini dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan dengan membangun villa dan gazebo, serta membuat kolam renang di Sawah Lope.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia