Sebuah Keajaiban, Pramugari Selamat Dalam Air Canada Tabrakan dengan Truk Damkar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sebuah Keajaiban, Pramugari Selamat Dalam Air Canada Tabrakan dengan Truk Damkar

Bonauli - detikTravel
Selasa, 24 Mar 2026 14:17 WIB
Debris hangs from a damaged Air Canada Express jet that had collided with a fire truck at New Yorks LaGuardia Airport in Queens, New York, U.S., March 23, 2026.  REUTERS/Adam Gray
Puing-puing menggantung dari sebuah jet Air Canada Express yang rusak setelah bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, New York, di Queens, New York, AS, pada 23 Maret 2026 (Adam Gray/Reuters)
New York -

Sebuah insiden langka terjadi ketika pesawat Air Canada bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di area bandara. Meski kecelakaan tersebut tergolong serius, seorang pramugari dilaporkan selamat dan memicu sorotan sebagai sebuah keajaiban.

Solange Tremblay, pramugari utama dalam penerbangan Air Canada CRJ-900, yang membawa 72 penumpang, mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara LaGuardia New York dari Monteral pada hari Minggu (22/3/2026).

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (24/3), pesawat, yang dioperasikan oleh Jazz Aviation, itu bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran saat mendarat. Insiden itu mengakibatkan pilot dan kopilot tewas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan orang dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka, termasuk Tremblay. Tremblay dipastikan selamat dari insiden itu.

Dari sejumlah keterangan, kepastian Tremblay selamat itu menjadi kabar menggembirakan. Saat peristiwa itu terjadi, dia terlempar lebih dari 100 meter dari pesawat. Pramugari itu bahkan masih terikat dengan kursinya.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah mukjizat yang luar biasa. Pada saat benturan, kursinya terlempar lebih dari 100 meter dari pesawat. Mereka menemukannya dan dia masih terikat di kursinya," kata putrinya, Sarah Lepine, kepada TVA News Quebec.

Lepine mengatakan ibunya menderita beberapa patah tulang dan dibawa ke rumah sakit untuk operasi di bagian kaki.

"Dia memiliki malaikat pelindung yang menjaganya. Keadaannya bisa jauh lebih buruk," kata dia.

Kronologi kecelakaan bermula dari mobil pemadam kebakaran yang melintasi landasan pacu tepat sebelum tengah malam setelah diberi izin untuk memeriksa pesawat lain karena mencium "bau aneh".

Rekaman pengawasan menangkap momen ketika pesawat menabrak kendaraan tersebut saat melintas di jalurnya, menyebabkan keduanya terlempar ke landasan pacu.

Menurut audio pengontrol lalu lintas udara, seorang pengontrol terdengar memberi tahu pesawat bahwa sebuah mobil pemadam kebakaran sedang dalam perjalanan dan memberi izin kepada sebuah truk untuk melintasi landasan pacu.

Beberapa saat kemudian, petugas udara itu segera menyadari situasi dan memberikan peringatan. "Berhenti, berhenti, berhenti, truk 1 berhenti, truk 1 berhenti,' kata dia.

Sekitar 20 menit kemudian, ia tampak menyalahkan dirinya sendiri.

"Kami sedang menangani keadaan darurat sebelumnya. Saya salah," kata pengontrol itu.

Menceritakan kecelakaan pesawat Air Canada yang mematikan itu, seorang penumpang mengatakan jet tersebut mengalami turbulensi saat turun, dan kemudian ia merasakan pengereman keras dan mendengar suara ledakan keras.

"Semua orang tersentak dari tempat duduk mereka. Orang-orang terbentur kepala. Orang-orang berdarah," kata Rebecca Liquori kepada sebuah saluran berita.

Ia mengatakan para penumpang saling membantu meluncur turun dari sayap pesawat.

"Saya hanya senang masih hidup," kata Liquori, yang pergi ke Montreal untuk acara syukuran kelahiran bayi sepupunya.

"Saya tidak pernah membayangkan penerbangan satu jam yang telah saya lakukan berkali-kali ... berakhir seperti ini," katanya.

Kedua pilot Air Canada tersebut telah diidentifikasi sebagai Antoine Forest dan MacKenzie Gunther. Mereka berdua berbasis di Kanada.

Kedua pilot muda itu baru saja memulai karier mereka, kata Bryan Bedford, kepala Administrasi Penerbangan Federal.

"Ini adalah tragedi yang sangat besar," katanya dalam konferensi pers.

Kecelakaan ini terjadi ketika penerbangan AS menghadapi kekurangan kronis pengontrol lalu lintas udara dan kekurangan petugas keamanan akibat penutupan sebagian pemerintah yang menyebabkan penundaan dan antrean panjang di seluruh bandara di negara tersebut.



(bnl/bnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads