Daftar maskapai yang menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai-Riyadh akibat konflik Timur Tengah makin panjang. Terbaru, maskapai asal Hong Kong, Cathay Pacific.
Cathay Pacific mengumumkan penangguhan penerbangan itu pada Selasa (24/3/2026). Perpanjangan penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai serta Riyadh itu dilakukan hingga 31 Mei.
"Para pelanggan yang terdampak telah diberitahu keputusan itu. Kami juga akan terus memantau perkembangan situasi dan tetap fleksibel dalam penyesuaian operasional," pernyataan maskapai dilansir Channel News Asia, Selasa (24/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cathay memastikan bahwa penumpang yang ingin mengubah jadwal penerbangan ke dan dari kawasan Timur Tengah tidak akan dikenakan biaya perubahan, pengalihan rute, maupun pengembalian dana.
Sebelumnya, Cathay telah menghentikan seluruh penerbangan ke Dubai dan Riyadh pada Maret dan April setelah konflik meningkat menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Di saat bersamaan, Cathay juga menyesuaikan kapasitas di rute lain dengan menambah frekuensi penerbangan antara Hong Kong dan Paris serta Zurich untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan ke Eropa.
Maskapai tersebut turut menambahkan rute ke London dan mencatat adanya kenaikan permintaan dari berbagai wilayah, seiring dengan upaya penumpang mencari alternatif rute yang tidak bergantung pada hub di Timur Tengah.
Selain itu, Cathay juga menggandakan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk sebagian besar rutenya pada bulan ini, seiring meningkatnya harga minyak akibat dampak perang.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026