Ini Etika Memberi Uang Tip Saat Liburan di Luar Negeri, Jangan Sampai Salah!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Etika Memberi Uang Tip Saat Liburan di Luar Negeri, Jangan Sampai Salah!

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Jumat, 27 Mar 2026 19:10 WIB
Unrecognizable male coffee shop customer places cash into a tip jar.
Ilustrasi uang tip (Getty Images/SDI Productions)
Jakarta -

Berencana liburan ke luar negeri? Pahami dulu etika memberi uang tip di berbagai negara berikut, agar tidak menyinggung budaya setempat atau dianggap tak sopan.

Memberi tip atau uang tambahan atas layanan yang diterima mungkin terdengar sederhana. Namun saat bepergian ke luar negeri, kebiasaan ini tidak selalu bisa dilakukan secara sembarangan lho.

Di beberapa negara, uang tip dianggap sebagai bentuk apresiasi yang wajib. Sementara di tempat lain, memberi uang tip justru bisa dianggap menyinggung dan tidak sopan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan kecil yang kita lakukan, akan memberikan momen yang tidak nyaman sepanjang liburan. Mengutip Daily Mail, Jumat (27/3/2026), pencarian Google menunjukkan lonjakan pencarian tentang "etika memberi tip" setiap bulan Januari.

Hal ini karena para traveler banyak melakukan perjalanan di tahun baru. Data yang diungkap Daily Mail menunjukkan sekitar 46 persen orang dewasa mengalami kesulitan memberikan uang tip saat sedang liburan di luar negeri.

ADVERTISEMENT

Kesulitan tersebut berupa sulit memahami kapan, di mana, dan berapa banyak uang tip yang harus diberikan kepada pelayan.

"Memberikan tip bisa jadi salah satu sumber kebingungan paling umum untuk para wisatawan, terutama ketika mereka mengunjungi destinasi baru dengan kebiasan yang baru dan asing," kata Gavin Lapidus, pendiri sekaligus direktur eShores.

Menurutnya, memahami ekspektasi lokal akan membantu wisatawan menyusun anggaran liburan dengan baik dan lebih akurat. Selain itu, langkah ini bisa membantu interaksi berjalan lebih lancar dan penuh rasa hormat.

Etika Memberi Tip di Sejumlah Negara

Di Amerika Serikat, budaya tipping sudah menjadi bagian penting dari industri jasa. Bahkan, di beberapa tempat, tip sudah otomatis ditambahkan ke dalam struk pembayaran. Tidak memberi tip bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap layanan.

Pelayan restoran biasanya mengharapkan tip sekitar 15-20 persen dari total tagihan. Menurut ahli perjalanan dari eShores, pengunjung restoran di AS memberikan tip sekitar 20-25 persen di atas tagihan restoran mereka.

Tidak hanya di restoran, ketika menggunakan jasa transportasi seperti taksi, pengunjung biasanya memberikan tip sebesar 20 persen. Hal ini merupakan bentuk kepuasan atas layanan yang diberikan.

Berbeda dengan Jepang. Di Negeri Sakura, memberikan tip justru bisa membuat sang penerima merasa tidak nyaman.

Di Jepang sendiri pelayanan yang baik dianggap sebagai standar profesional, bukan sesuatu yang perlu diberi imbalan tambahan. Jika tetap ingin menunjukkan apresiasi, bisa dilakukan dengan cara yang lebih sopan dan tidak mencolok.

Sementara itu, di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol, biaya layanan sering kali sudah termasuk dalam tagihan. Meski demikian, meninggalkan uang kecil sebagai tanda terima kasih tetap diperbolehkan, namun tidak bersifat wajib.

Lain halnya Italia dan Austria, tip tidak selalu termasuk dalam tagihan akhir, sehingga pengunjung bisa memberi penambahan biaya sebesar lima hingga sepuluh persen untuk layanan yang diberikan.

Bergeser ke Timur Tengah, meninggalkan biaya tambahan untuk layanan adalah tindakan yang sangat dihargai. Di Uni Emirat Arab, wisatawan diminta meninggalkan biaya tambahan sebesar 10-15 persen.

Sementara kota-kota besar di Australia dan New Zealand mengharapkan 10 persen untuk tip, tapi biaya tambahan tidak begitu umum di pinggiran kota atau kota kecil dari dua negara tersebut.

Setelah mengetahui etika memberi tip dari sejumlah negara, traveler tidak perlu bingung lagi untuk memberi tip kepada pelayanan yang diberikan. Jadi jangan sampai salah langkah dan menyebabkan kondisi canggung atau menyinggung pihak lain.

Biasakan untuk mencari keakuratan informasi sebelum melakukan suatu tindakan ketika berada di tempat orang. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai turis dan menghargai norma setempat.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads