Ratusan penumpang terlantar di Arab Saudi pada hari Sabtu (28/3) karena gangguan penerbangan. Pembatalan penerbangan tertinggi ada di Bandara Riyadh.
Dilansir dari Travel and Tour World, terdapat 604 penundaan dan 63 pembatalan yang terjadi di seluruh Arab. Bandara Internasional King Abdulaziz mengalami 12 pembatalan dan 249 penundaan, Bandara Internasional King Khalid mengalami 29 pembatalan dan 238 penundaan, Bandara Internasional King Fahd mengalami 11 pembatalan dan 78 penundaan, Bandara Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz mengalami 5 pembatalan dan 39 penundaan dan Bandara Domestik Al-Jouf mengalami 6 pembatalan.
Maskapai yang paling terpengaruh termasuk Saudia dengan 25 pembatalan dan 219 penundaan, Flynas denan 121 penundaan, flyadeal dengan 87 penundaan, Gulf Air dengan 22 pembatalan dan 11 penundaan, dan Egypt Air dengan 8 pembatalan dan 18 penundaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai penerbangan aktif lainnya seperti FlyDubai, Pegasus Airlines, Kuwait Airways, Akasa Air, Kam Air, dan Fly Jinnah juga melaporkan gangguan, meskipun dengan volume yang lebih rendah.
Di seluruh Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, dan Al-Jouf, pola gangguan menunjukkan konsentrasi penundaan yang tinggi di hub utama dan dampak pembatalan yang besar di bandara yang lebih kecil atau regional, yang memengaruhi koridor perjalanan domestik dan internasional.
Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah mencatat jumlah penundaan tertinggi yaitu 249 pembatan dan 12 pembatalan. Ini menjadikannya bandara yang paling terdampak penundaan di Arab Saudi. Operasi tetap aktif tetapi padat, sebagian besar maskapai yang mengalami penundaan adalah Saudia, Flynas, dan flyadeal.
Sementara itu Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mencatat pembatalan tertinggi yaitu 29 penerbangan bersamaan dengan 238 penundaan, yang mencerminkan profil gangguan yang beragam. Saudia dan Gulf Air memberikan kontribusi signifikan terhadap pembatalan, sementara beberapa maskapai penerbangan menyebabkan penundaan.
Bandara Internasional King Fahd di Dammam melaporkan 78 penundaan dan 11 pembatalan, dengan pembatalan terkonsentrasi di antara Gulf Air dan Egypt Air, sementara maskapai penerbangan berbiaya rendah mendominasi jumlah penundaan.
Baca juga: Timur Tengah Masih Konflik, Turki Cuan |
Bandara Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz di Medina mencatat 39 penundaan dan 5 pembatalan, dengan maskapai flyadeal dan Saudia yang paling banyak melakukan penundaan. Sementara Gulf Air memberikan kontribusi pembatalan terbanyak.
Bandara Domestik Al-Jouf mencatat 6 pembatalan dan nol penundaan, menjadikannya satu-satunya bandara dengan profil pembatalan murni, yang sepenuhnya terkait dengan operasi Saudia.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026