Kisah Cikal Bakal Munculnya Restoran, Sejarahnya Berawal dari Prancis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Cikal Bakal Munculnya Restoran, Sejarahnya Berawal dari Prancis

Hari Suroto - detikTravel
Minggu, 29 Mar 2026 13:13 WIB
Restoran tertua di Madrid
Ilustrasi (Instagram/restaurante_botin)
Paris -

Kebiasaan makan di luar rumah merupakan cikal bakal munculnya rumah makan atau restoran di dunia. Ternyata, sejarahnya berawal dari Prancis.

Kata restoran berasal dari kata restaurer yang berarti memulihkan kondisi setelah bekerja seharian. Istilah restoran berawal pada 1765 silam.

Saat itu, seorang penjual sup di Rue Poulies (Prancis), bernama Boulanger memberikan nama sup buatannya restaurants yang berarti obat untuk menyembuhkan atau memulihkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boulanger menuliskan pesan bahwa supnya diibaratkan sebagai 'obat mujarab' dengan menambahkan sebuah lelucon: venite ad me; vos qui stomacho laboratis et eto restaurabo vos (Mampirlah kemari Anda yang mempunyai perut-perut pekerja, saya akan memulihkan Anda).

Setelah era Boulanger, sebuah restoran yang pertama kali menggunakan nama resmi berdiri pada 1783 dengan nama Beauvilliers. Pembukaan restoran kemudian makin berkembang terutama setelah pecahnya Revolusi Prancis, 14 Juli 1789.

ADVERTISEMENT

Saat Revolusi Prancis, kekuasaan monarki absolut para raja diruntuhkan oleh revolusi rakyat. Para penguasa dihukum mati.

Setelah jatuhnya kekuasaan monarki, para juru masak istana banyak yang membuka usaha dengan mendirikan restoran di Paris dan wilayah Prancis lainnya. Keahlian mengolah bahan-bahan makanan yang baik telah mengangkat seni kuliner Prancis diakui sebagai salah satu seni kuliner terbaik di dunia.

Menjelang akhir abad ke-18, juru-juru masak Prancis dan masakannya begitu populer, karena secara mengejutkan dapat diterima secara umum oleh khalayak Eropa, mulai dari Inggris hingga Rusia. Sejak 1750 hingga saat ini, kuliner Prancis menjadi semacam mode.

Mengenai perkembangan etiket makan modern, Prancis sendiri sebenarnya baru muncul pada abad ke-18. Kondisi kehidupan pada abad ke-18 menunjukkan kemakmuran gaya hidup kelas sosial tinggi.

Hal ini dilandasi pengaruh prestise yang besar dari kehidupan istana Louis XIV yang tidak diragukan telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan dan menjadi faktor hegemoni budaya Prancis di Eropa.

Hingga saat ini, haute cuisine atau seni masak tingkat tinggi dengan kerumitan menyajikannya, identik dengan kuliner Prancis.yang dikenal mempunyai bahan-bahan masak khas yang mahal harganya.

Istilah prasmanan, kemungkinan berasal dari kata fransman (orang-orang Prancis) yang sering menyajikan makanan yang ditaruh di atas meja. Orang-orang Prancis menyebut istilah ini dengan nama buffet.

Makanan diatur dalam meja panjang menurut komposisi menu (appetizer - soup - main course - dessert) dan para tamu harus mengambilnya sendiri (self service). Contoh lain pengaruh kuliner Prancis yaitu perkedel yang awalnya berasal dikenal dengan nama fricandeau.


--------

Artikel ini ditulis Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads