Imbas Perang, Maskapai Hong Kong Kenakan Biaya Tambahan untuk Semua Rute

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Imbas Perang, Maskapai Hong Kong Kenakan Biaya Tambahan untuk Semua Rute

Syanti Mustika - detikTravel
Senin, 30 Mar 2026 13:26 WIB
Hong Kong, Hong Kong - March 21, 2018 : Cathay Pacific Airbus A350-900 aircraft at the Hong Kong International Airport. The Airbus A350 is the latest-generation aircraft to Cathay Pacific.
Cathay Pacific (Foto: Getty Images/winhorse)
Jakarta -

Maskapai Cathay Pacific akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar di semua rute penerbangan mulai 1 April mendatang. Kebijakan ini sebagai langkah menyikapi krisis minyak karena perang di Timur Tengah.

Dilansir dari Japan Today, Senin (30/3/2026) Cathay akan menaikkan biaya tambahan pada penerbangan jarak pendek sebesar 34,1 persen, sementara penerbangan jarak menengah dan jauh akan meningkat tepat sebesar 34 persen. Sebelumnya, Cathay telah menggandakan biaya tambahan bahan bakar untuk sebagian besar rutenya sebagai akibat dari perang di Timur Tengah, dan pekan lalu memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai dan Riyadh hingga 31 Mei.

Maskapai mengatakan akan mengoperasikan penerbangan tambahan ke London, Paris, dan Zurich untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar ke Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan harga bahan bakar jet rata-rata secara global meningkat menjadi US$197 per barel minggu lalu, naik dari US$95,50 sebulan yang lalu. Kondisi inilah yang mendorong banyak maskapai secara global menaikkan biaya tambahan.

ADVERTISEMENT

Cathay menambahkan akan meninjau dan merevisi biaya tambahan bahan bakarnya setiap dua minggu sebagai langkah sementara karena harga bahan bakar tetap berfluktuasi.

Para analis mengatakan kepada AFP bahwa meskipun semua maskapai penerbangan melakukan lindung nilai sebagian dari biaya bahan bakar mereka, margin mereka masih dapat terpengaruh. Cathay mengatakan lindung nilai mereka hanya mencakup sekitar 30 persen dari komponen minyak mentah, tetapi tidak berlaku untuk komponen kilang.

Langkah tersebut ternyata tidak cukup mengingat besarnya lonjakan harga bahan bakar jet baru-baru ini.

"Cathay bertekad untuk mengelola tantangan biaya yang signifikan ini sebaik mungkin, guna mempertahankan jaringan dan frekuensi penerbangan kami selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata maskapai.




(sym/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads