Hong Kong Batasi Powerbank, Penumpang Tak Boleh Isi Daya di Pesawat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hong Kong Batasi Powerbank, Penumpang Tak Boleh Isi Daya di Pesawat

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Senin, 30 Mar 2026 15:33 WIB
ILUSTRASI FOKUS (BUKAN BUAT INSERT) PEMBATASAN POWERBANK DI PESAWAT (ILUSTRATOR: ZAKI ALFARABI/DETIKCOM)
Ilustrasi pembatasan powerbank di pesawat. (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong (CAD) resmi menerapkan peraturan baru terkait powerbank di pesawat. Penumpang maksimal membawa 2 unit powerbank dan tidak diperkenankan untuk mengisi daya di dalam pesawat.

Peraturan tersebut berlaku secara efektif dalam waktu dekat. Aturan itu berlaku sejak dari Bandara Internasional Hong Kong

Langkah tersebut dilakukan seraya mengikuti aturan terbaru dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. CAD telah mengirimkan surat edaran ke seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Hong Kong agar menyesuaikan persyaratan bagi penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CAD akan terus menjaga komunikasi yang erat dengan pihak terkait dan secara aktif memantau implementasi peraturan baru ini," kata manajemen CAD dikutip dari The Standard HK, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Mereka juga menyarankan penumpang memeriksa aturan terbaru dengan maskapai sebelum terbang. Maskapai berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific Airways, menegaskan aturan tersebut berlaku untuk semua penerbangannya. Powerbank harus dibawa di kabin, tidak boleh masuk bagasi terdaftar, dan penggunaannya untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan dilarang.

Kemudian, powerbank yang melebihi batas akan disita petugas keamanan. Beberapa penumpang mengaku belum mengetahui aturan baru, salah satunya adalah Wang.

Wang mengatakan bahwa staf maskapai tidak memberitahunya. Namun, Wang juga mendukung aturan tersebut demi keselamatan penerbangan.

"Saya yakin hanya sedikit pelancong yang membawa lebih dari dua powerbank," kata Wang.

Sementara itu, penumpang lainnya, Chiu, menilai satu power bank sudah cukup. Dia menyarankan agar fokus pengawasan lebih diarahkan pada kualitas dan risiko keselamatan seperti potensi kebakaran atau ledakan, dibanding membatasi jumlahnya.



(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads