Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Selasa, 31 Mar 2026 16:08 WIB
Pelabuhan Feri Internasional Batam Center (Agus Siagian/detikcom)
Pelabuhan Feri Internasional Batam Center (Agus Siagian/detikcom)
Singapura -

Petugas Imigrasi Batam diduga melakukan pungli ke WN Singapura saat berada di pelabuhan ferry. Media Singapura ramai memberitakannya.

Dilansir dari mothership, Selasa (31/3/2026) dua grup wisatawan terpisah baru-baru ini menceritakan pengalaman buruknya saat dimintai uang oleh oknum petugas Imigrasi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai SG$250 per orang atau setara Rp 3,3 jutaan. Salah satu korbannya, adalah WN Singapura berinisial AC. Dia dan temannya bepergian ke Batam via pelabuhan ferry pada Jumat (13/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika sedang mengantre untuk pemeriksaan paspor, mereka berpindah ke jalur yang lebih kosong. Di belakang mereka juga tidak ada orang lain yang mengantre. Namun tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh petugas dan dibawa ke ruang interogasi dan disuruh menunggu.

ADVERTISEMENT

Mereka bergabung dengan sejumlah warga negara asing lain yang sudah ada sebelumnya. Paspor AC dan temannya disita. Kemudian, satu per satu mereka dipanggil masuk ke dalam ruang interogasi itu.

"Teman saya keluar dari ruangan itu, 'Mereka mau uang'," kata AC.

Ketika giliran AC tiba, petugas Imigrasi berteriak padanya, 'Kamu tahu nggak kesalahanmu apa?'

AC menjelaskan pada si petugas Imigrasi, bahwa dia tidak memotong antrean siapa pun.

"Petugas itu berteriak, menyita handphone saya, mengintimidasi dan menuntut penalti SG$100 (setara Rp 1,3 jutaan) per orang," terang AC.

Jika tidak membayar denda itu, AC dan temannya akan ditahan semalaman dan dipulangkan ke Singapura keesokan harinya. 2 Jam kemudian, AC dan temannya akhirnya membayar denda itu dengan uang cash yang diselipkan oleh si petugas Imigrasi ke bawah keyboard.

Menurut AC, beberapa warga negara asing lainnya bareng dirinya saat itu berasal dari Malaysia, China, Filipina dan Bangladesh.

Pengakuan Korban Lainnya

Korban pungli petugas Imigrasi Batam ternyata tidak cuma AC dan temannya, traveler lain bernama Nay juga mengaku jadi korban. Nay bersama orang tuanya traveling ke Batam pada Sabtu (14/3).

Mereka memegang paspor Myanmar. Sementara Nay bekerja di Singapura dengan izin pekerja. Selama pemeriksaan Imigrasi di pelabuhan Batam, Nay lolos tanpa masalah, tapi orang tua Nay disetop oleh petugas.

Mereka digiring ke ruangan kecil di sebelah konter Imigrasi dan diminta menunggu selama 45 menit. "Ruangan itu sempit dan banyak nyamuk," kata Nay.

Dia kemudian diarahkan ke ruangan lain oleh pria berbaju kasual. Pria itu menyebut ada masalah dengan visa Malaysia milik orang tua Nay.

Pria itu menyebut orang tua Nay akan dilarang masuk dan dipulangkan kembali ke Malaysia, kecuali Nay membayar uang SG$ 150 per orang (setara Rp 1,9 jutaan).

Menurut Nay, hal itu sangat janggal karena mereka baru saja berkunjung ke Johor Bahru, Malaysia dan tidak ada masalah apapun dengan visa dan pihak Imigrasi Malaysia.

"Mereka tidak punya kewenangan apapun untuk mengirim kami kembali ke Malaysia," kata Nay.

Awalnya Nay menolak untuk membayar uang pungli itu. Tapi setelah melihat orang tuanya dalam kondisi kelelahan dan Airbnb mereka di Batam sudah dibayar full, mau tidak mau Nay membayar uang yang diminta oknum tersebut.

Nay sempat menawar, akhirnya mereka sepakat di angka SG$250 atau setara Rp 3,3 jutaan. Diskon SG$50 dari jumlah yang diminta di awal yaitu SG$300 untuk dua orang tua Nay.

"Pria berbaju kasual itu bilang, SG$200 untuk petugas Imigrasi dan SG$50 untuk dirinya sendiri," klaim Nay.

Review Google Buruk

Ternyata, pengalaman yang dirasakan Nay dan AC, juga banyak dirasakan oleh traveler lainnya yang mengulasnya di Google Review pada Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

Pada Januari 2025, ada traveler yang bercerita dimintai uang oleh petugas sebesar US$100 per orang di pelabuhan Batam Center. Tapi setelah bernegosiasi, mereka akhirnya membayar SG$100 untuk dua orang.

"Pengalaman kami dirusak oleh korupsi dan pemerasan. Saya tidak merekomendasikan berkunjung ke Batam ke siapapun, terutama buat mereka yang masuk ke Batam setelah transit ke beberapa negara. Mereka akan menemukan alasan untuk meminta yang dan tidak akan mengikuti aturan apapun," tulis traveler itu.

Tanggapan Kepala Kantor Imigrasi Batam

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Hajar, Kamis (26/3) seperti dikutip dari detikSumut.

Hajar mengatakan, saat ini Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Imigrasi tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap laporan tersebut. Ia menyebut nantinya jika ditemukan pelanggaran petugas yang diduga melakukan pungli akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila dalam proses tersebut ditemukan adanya pelanggaran oleh petugas imigrasi, maka terhadap oknum yang terlibat akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Hajar menegaskan, Imigrasi Batam tidak mentolerir segala bentuk pungutan liar dan berkomitmen menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran secara profesional dan objektif.

"Kami percaya setiap wisatawan asing yang masuk wilayah Indonesia berhak memperoleh pelayanan keimigrasian yang baik, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Hajar juga mengimbau wisatawan maupun masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan pelanggaran agar melaporkannya melalui kanal resmi Imigrasi Batam.

"Laporan dapat disampaikan melalui saluran email, WhatsApp atau pesan langsung melalui akun Instagram imigrasi Batam," ujarnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Fun Walk hingga Donor Darah Warnai HUT ke-81 RI dengan Imipas"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads