KA Ciremai dilaporkan anjlok di petak Maswati-Sasaksaat, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Akibatnya, ada penumpang kereta yang terjebak sampai 6,5 jam.
Tujuh perjalanan kereta api (KA) dibatalkan akibat anjloknya KA Ciremai dengan rute stasiun Semarang Tawang-Bandung pada Rabu (1/4).
Peristiwa ini terjadi di KM 142+8/9 saat material tanah longsor menutupi lintasan akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, laju kereta tidak dapat dilanjutkan dan perjalanan pun dihentikan sementara demi keselamatan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden yang terjadi pada pukul 14.53 WIB itu menyebabkan lokomotif dengan kode CC 206 13 66 anjlok pada bagian depannya. Beruntung, 10 rangkaian gerbong di belakangnya tidak ikut keluar dari rel.
Dampak insiden tersebut langsung dirasakan sekitar 200 penumpang KA Harina rute Surabaya-Bandung yang mengalami keterlambatan hingga sekitar 6,5 jam lamanya.
Keterlambatan itu terjadi karena lokomotif KA Harina digunakan untuk menarik rangkaian KA Ciremai yang anjlok akibat longsor.
Kesaksian Penumpang KA Harina
Salah seorang penumpang KA Harina, Amar Faishal (58), mengatakan semula penumpang akan diturunkan di Stasiun Rendeh dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang disediakan PT KAI. Namun, rencana tersebut berubah di tengah jalan.
"Kereta ditarik kembali ke Stasiun Purwakarta karena Stasiun Rendeh dinilai tidak memungkinkan untuk akses bus. Kami berangkat sekitar pukul 21.00 WIB ke Purwakarta, lalu dijemput bus menuju Stasiun Bandung dan tiba sekitar pukul 22.30 WIB," ujar Amar, Kamis (2/4/2026).
Ia menyebut keterlambatan perjalanan mencapai sekitar 6,5 jam dari jadwal semula.
Amar mengaku mengalami kerugian waktu dan biaya akibat keterlambatan tersebut. Meski demikian, ia memahami kondisi yang terjadi merupakan dampak bencana alam.
"Tentu ada kerugian waktu dan biaya. Tapi ini karena bencana alam, bukan kelalaian. Yang penting ada komunikasi dan informasi yang jelas kepada penumpang," katanya.
Menurut Amar, pihak KAI juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang serta memberikan kompensasi berupa makanan, minuman, dan makanan ringan.
"Kami diberi makan, minum, dan snack," ujarnya.
Baca juga: 3 Kota di ASEAN Paling Murah Versi Turis AS |
Namun, ia mengungkapkan ada sejumlah penumpang lain yang mengeluhkan proses evakuasi, khususnya saat perjalanan menggunakan bus dari Purwakarta ke Bandung.
"Ada penumpang yang mengeluh karena saat di bus, kenek meminta sumbangan sukarela untuk tol. Padahal bus tersebut merupakan rekanan KAI dan tidak ada petugas yang mendampingi di dalam bus," jelasnya.
Meski demikian, Amar menilai petugas KAI telah berupaya maksimal dalam menangani situasi darurat tersebut.
"Saya melihat petugas sudah berupaya menangani kondisi darurat yang tidak terduga ini," pungkasnya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.










































